• KOI: Peluang Sumsel Tambah Cabang Olahraga Terbuka

    0

         Palembang, jurnalsumatra.com – Wakil Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Muddai Madang mengatakan peluang Sumatera Selatan untuk menambah cabang olahraga masih terbuka karena penetapan akan dilakukan pada Rapat Koordinasi Komite IV di Bali, 10-11 Mei.
    “Peluang masih terbuka karena finalisasi baru akan dilakukan saat Korkom IV, jadi keputusan di Korkom III masih bisa berubah asalkan bisa menunjukkan data dan dasar yang kuat,” kata Muddai di Palembang, Sabtu, seusai memimpin rombongan KOI meninjau Kompleks Olahraga Jakabaring.
    Sejumlah komite eksekutif KOI didatangkan ke Palembang untuk melihat langsung kondisi terbaru di Jakabaring.
    “Apa yang dilihat ini mudah-mudahan dapat menjadi pertimbangan tersendiri bagi KOI atas keinginan Sumsel menambah cabang olahraga, seperti renang, senam, dan lainnya,” kata Muddai.

         Sementara Sekretaris Jenderal KONI Doddy Iswandi menambahkan peluang Sumsel sangat terbuka asalkan dapat memastikan kesiapan jika nantinya ditambah cabang olahraga.
    Hal ini berkaitan dengan kapasitas wisma atlet dan kondisi arena olahraga yang akan digunakan yakni apakah harus membuat baru atau sekadar perbaikan.
    “Harus ada dasar yang kuat. Bagaimana wisma atletnya, apakah mencukupi jika ditambah, kemudian arenanya, apakah hanya perbaikan atau harus membuat baru,” kata dia.
    Ia mengemukakan, pada dasarnya, KOI tidak menganjurkan pembangunan arena baru mengingat hal itu akan menguras dana negara.
    Selain itu, OCA juga sejak awal meminta Indonesia untuk menekan biaya penyelenggaraan karena terjadi tren kenaikan setiap pelaksanaan di beberapa negara sehingga kerap menurunkan minat menjadi tuan rumah. (Indonesia menggantikan Vietnam).

         “Ini juga harus mempertimbangkan waktu dua tahun yang tersisa, seperti diketahui bahwa Jakarta baru memulai pembangunan dan perenovasian pada Juni ini, sementara kondisi yang eksis di Palembang justru sudah ada. Tentunya ini juga menjadi pertimbangan KOI karena diakui jika membangun baru itu tidak efisien jika di tempat lain sudah ada,” kata dia.
    Ia melanjutkan, untuk itu hasil pemantauan langsung di Jakabaring ini akan dibawa dalam rapat bersama pemerintah, sebelum akhirnya diperjuangkan KOI dalam Rapat Koordinasi Komite IV bersama OCA di Bali pada Mei mendatang.

         “Artinya, jika cabang olahraga di Jakarta bisa digeser ke Palembang karena tidak perlu membangun arena lagi, kenapa tidak, asalkan tujuannya efisiensi,” kata Doddy.
    Sebelumnya dalam Rapat Komite III di Jakarta pada 31 Januari 2016 diputuskan bahwa Sumsel kebagian 11 cabang olahraga di antaranya, sepak bola untuk babak penyisihan, kano/kayak, bola voli untuk babak penyisihan, dayung, menembak, triatlon, bola basket untuk babak penyisihan, sepak takraw, olahraga panjat tebing, tenis untuk babak penyisihan, dan soft-tenis untuk babak penyisihan.
    Pembagian cabang ini membuat Sumsel kurang puas karena sedari awal membidik cabang olahraga bergengsi seperti atletik, renang, dan tenis lapangan, bahkan keinginan menggelar upacara penutupan Asian Games pun menjadi pupus setelah ditolak OCA.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com