• Kodim 0427 Dukung Cetak Sawah Baru

    0

         Waykanan, jurnalsumatra.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0427 Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, berkomitmen mendukung dan menyukseskan program khusus pencapaian swasembada pangan, termasuk dalam membuka lahan baru.
    “Kami akan turun ke lapangan secara langsung untuk mendampingi para petani yang ingin membuka lahan baru guna mendukung swasembada pangan nasional. Hal ini adalah salah satu tugas seorang TNI,” kata Komandan Kodim 0427 Waykanan Letkol Inf. Edy Prayitno di Waykanan, Rabu.
    Ia menambahkan bahwa bentuk pendampingan yang dilakukan TNI terhadap petani, di antaranya dalam pendataan jumlah dan luas lahan.
    Selain itu, kebutuhan sarana dan prasarana penunjang hasil produksi pertanian, mulai dari ketersediaan bibit, pupuk, hingga antisipasi gangguan hama penyakit tanaman.
    Pada tahun 2015, Kabupaten Waykanan sudah melakukan cetak sawah seluas 500 hektare, sedangkan pada tahun ini mencapai 1.350 hektare yang akan menjadi cetak sawah baru di daerah setempat. Bahkan, pada bulan dua lalu Koramil sudah melakukan pengukuran lahan yang akan dijadikan cetak sawah baru.

         “Ini semua untuk mendukung Pemrintah Provinsi Lampung dalam rangka swasembada pangan 1.000.000 ton,” katanya.
    Selain itu, potensi Kabupaten Waykanan sebagai penopang pangan tingkat nasional dapat terwujud bila pemerintah kabupaten bersama-bersama melakukan pengecekan cetak sawah baru dan pengawasan  pengairan sawah karena beberapa tempat mendapatkan aliran dari sungai OKU Timur, Sumsel.
    Wakil Bupati Waykanan Edward Antony mengatakan bahwa besarnya minat warga terhadap pencetakan lahan sawah baru ini sungguh di luar dugaan, terutama karena pemerintah sebelumnya hanya menargetkan 500 hektare saja saat ini sudah mencapai 1.350 hektare.

          Melalui pencetakan sawah baru ini, dia berharap target swasembada pangan, terutama padi, akan tercapai sehingga Kabupaten Waykanan dapat menjadi lumbung padi Lampung, bahkan nasional.
    Warga Waykanan, lanjut Wakil Bupati, banyak tertarik pembuatan sawah karena menilai harga jual padi relatif stabil dibandingkan dengan komoditas karet dan kelapa sawit yang akhir-akhir ini menjadi pembicaraan karena harganya anjlok.
    “Banyak kebun sawit dan karet saat ini mulai ditebangi warga dan diganti dengan sawah. Ini merupakan dukungan pada Kabupaten Waykanan untuk menjadi lumbung padi di Provinsi Lampung,” kata Edward.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com