• Kerusakan DAS Musi Memprihatinkan

    0
    Kerusakan DAS Musi Memprihatinkan

    Kerusakan DAS Musi Memprihatinkan

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Bencana banjir yang kerap terjadi di musim hujan serta kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau menunjukkan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Musi Sumatera Selatan semakin memprihatinkan. Tingkat kerusakan diperkirakan mencapai 30 persen dari luas Daerah Aliran Sungai Musi di daerah berkisar 8,6 juta hektare

    Hal ini dikatakan Ketua Forum Koordinator Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumatera Selatan Syafrul Yunardi kepada wartawan saat dialog “Mengurai Polemik Menuai Solusi Pengelolaan DAS Musi Melalui Pendekatan Restorasi Bentang Lahan” di Palembang, Rabu (30/3). “DAS Musi menjadi prioritas dan menjadi perhatian utama pihaknya karena sudah kritis,” katanya.

    Penyebab lain dari kerusakan DAS tersebut juga antara lain disebabkan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan peruntukan, pencemaran lingkungan berat, erosi, pendangkalan atau sedimentasi yang amat tinggi. Syafrul pun mencontohkan, penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukan dapat mempengaruhi kondisi seperti penurunan kapasitas mutu tanah sehingga mempercepat erosi. Begitu juga pencemaran berat dapat meningkatkan kandungan kebutuhan oksigen dan air.

    Lebih lanjut ujarnya di sisi lain Sumsel membutuhkan sumber daya air yang terus meningkat sehingga kerusakan DAS cukup mempengaruhi. Jadi kerusakan DAS tersebut perlu dipulihkan supaya aliran sungai kembali normal. Adapun salah satu upaya yang dilakukan antara lain melaksanakan restorasi hutan dan bentang lahan.

    Memang, pemulihan DAS merupakan pekerjaan bersama agar dapat diselesaikan secara maksimal. Sehubungan itu pihaknya berdialog yang dikoordinir “World Agroforestry Centre” atau Icraf untuk mencari solusi terbaik dalam perbaikan kerusakan DAS tersebut.

    Sementara Koordinator Proyek Incraf Andri Ekadinata mengatakan pihaknya mendukung penuh perbaikan kerusakan lahan termasuk DAS di daerah ini. Retorasi lahan gambut juga menjadi program Incraf sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga. Menurut dia, kelestarian lingkungan harus selalu dijaga dengan terus melakukan perbaikan bersama instansi terkait lainnya.

    “Tentunya melalui dialog ini nanti diharapkan akan ditemukannya cara bagaimana para pengguna sumber air seperti perusahaan yang sekaligus juga menjadi penyebab kerusakan lahan itu dapat memberikan umpan balik kepada masyarakat pengguna sumber air tersebut seperti kompensasilah,” ucapnya.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com