• Kemristekdikti Akan Danai 23 Produk Inovasi 2017

    0

    Jakarta, jurnalsumatra.com- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Dirjen Penguatan Inovasi akan mendanai 23 produk hasil riset dari perguruan tinggi berbadan hukum (PTNBH) yang dapat dikembangkan di bidang industri pada 2017.
    “Ada 11 universitas yang mengajukan 23 proposal. Tahun depan sudah disiapkan anggaran Rp100 miliar. Semua proposal yang lulus kami seleksi harus yang memiliki nilai tambah dan mempunyai visi yang sama dengan industri yang bekerja sama,” kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Ape pada penandatanganan kontrak Inovasi Perguruan Tinggi di Industri, Jakarta, Senin.
    Jumain mengatakan hilirisasi produk hasil riset berbasis inovasi yang dikembangkan oleh universitas baik negeri maupun swasta nantinya dapat bermanfaat dan bernilai tambah dengan didukung kerja sama oleh berbagai pihak, seperti dunia industri dan pemerintah.
    Dalam kesempatan yang sama, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan selama ini riset yang dilakukan hanya berhenti di publikasi, seharusnya hasil riset dapat memberikan nilai tambah dan menggerakkan sektor ekonomi.
    Kemenristekdikti mencatat ada 701 hasil inovasi yang dihasilkan para peneliti pada 2010-2015, namun tak kurang dari sepuluh proposal yang menjadi produk industri.
    “Masih banyak inovasi yang kalau diimplementasikan, biaya risetnya lebih tinggi daripada manfaatnya sehingga produk tersebut tidak mampu bersaing di kelas dunia. Tidak mungkin diambil oleh industri,” kata Nasir.
    Nasir mengatakan dengan adanya perjanjian kontrak inovasi perguruan tinggi di bidang industri pada 2016 yang mempertemukan dunia usaha, pemerintah dan akademisi, ini akan menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
    Pada 2016 ini, Kemristekdikti mendanai tujuh proposal  inovasi hasil riset dari enam universitas, yakni “Start Up” Industri Benih Padi 3s yang diajukan oleh IPB, Hilirisasi Produk-produk Alat Kesehatan Unggulan oleh UGM dengan kerja sama beberapa PT yang bergerak di bidang kesehatan, Pengembangan dan Produksi Radar Nasional oleh ITB Bandung dan Teknologi Unggulan Produksi Biodisel, UI.
    Produk selanjutnya adalah “Base Stasion” dan Smatphone 4G oleh ITB Bandung, Pengembangan Industri Pembibitan Sapi Lokal Berbabis Iptek dari Universitas Hasanuddin, serta Konsep Inovasi Desain “Fish Carrier” oleh ITS.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com