• Kasus Minuman Keras Dominasi Operasi Pekat SULUT

    0

    Manado, jurnalsumatra.com – Kasus minuman berakohol dan memabukkan mendominasi hasil pelaksanaan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Samrat 2016 Polda Sulawesi Utara.
    Kepala Bidang Humas Polda Sulut AKBP Wilson Damanik, di Manado, Sabtu, menyatakan selama sepekan pelaksanaan Operasi Pekat itu, kepolisian setempat menangani sekitar 83 kasus minuman keras.
    “Dari puluhan kasus itu yang terjaring sebanyak 90 orang, dan sebanyak 48 berlanjut ke penyidikan, 41 diberikan pembinaan serta satu dalam penyelidikan,” katanya lagi.
    Dia mengungkapkan, dari kasus itu polisi mengamankan barang bukti 1.995 liter dan  1.342 botol minuman keras berbagai jenis.
    Pada operasi itu juga polisi menangani 26 kasus warga yang mabuk serta mengamankan 75 orang, dan kesemuanya diberikan pembinaan.
    Terkait kasus ini polisi juga mengamankan barang bukti lima liter serta 40 botol berbagai jenis minuman keras beralkohol.
    Polisi juga menangani delapan kasus senjata tajam dan mengamankan 17 tersangka.
    Sejumlah barang bukti senjata tajam yang diamankan antara lain 19 pelontar dan delapan pisau badik.
    Terkait dangan kasus ini seluruhnya dalam tahap penyidikan.
    Selain itu, kata Damanik lagi, pada pelaksanaan operasi tersebut, polisi menangani sebanyak 13 kasus perjudian dengan 30 tersangka. Pada kasus ini seluruhnya dalam tahap penyidikan.
    Polisi juga mengamankan barang bukti 33 buku rekapan judi toto gelap (togel), uang Rp4,571 juta, 17 unit kendaraan roda dua, kalkulator, dua pak kartu domino, dua HP, serta 13 ekor ayam.
    “Sedangkan terkait ‘street crime’ sebanyak satu kasus dengan barang bukti satu kendaraan roda dua,” katanya pula.
    Pada pelaksanan Operasi Pekat ini, pihak kepolisian di Sulut juga menertibkan kendaraan yang menggunakan knalpot dan audio bising yang mengganggu ketertiban.
    Knalpot bising sebanyak tujuh kasus, sedangkan audio bising dua kasus.
    Berkaitan banyak kasus minuman keras yang terjaring, Damanik mengingatkan masyarakat untuk menghindari minuman keras tersebut karena bisa memicu terjadi tindak kejahatan.
    “Hindari minuman beralkohol, banyak aksi kejahatan yang berawal dari mengkonsumsi minuman keras itu. Mari kita ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, dan jangan menjadi korban bahkan pelaku aksi kejahatan,” katanya pula.
    Operasi Pekat yang dilaksanakan Polda Sulut hingga ke polres jajaran akan berakhir pada 22 Maret 2016.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com