• Kajari Inhu Janji Tindaklanjuti Semua Laporan Korupsi

    0

    Rengat, jurnalsumatra.com – Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau berjanji akan menindaklanjuti semua laporan tindakan korupsi yang masuk ke penyidik.
    “Saya akan tuntaskan semua perkara yang tertunda selama ini dan menyelesaikan kasus besar yang masuk,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Indragiri Hulu (Inhu) Supardi di Rengat, Rabu.
    Ia mengatakan, ketegasan dalam menyelesaikan semua perkara kasus korupsi adalah harga mati, lembaga yang dipimpinnya harus menegakkan hukum secara baik tanpa pilih kasih.
    Siapa saja terindikasi melakukan pelanggaran hukum, korupsi akan menuai hasilnya yakni berhadapan dengan hukum, karena kabupaten ini harus lebih baik bebas dari prilaku merugikan negara.
    “Saya akan bekerja optimal dan meminta penyidik dan Jaksa penuntut bekerja propesional,” sebutnya.
    Berkaitan dengan tugas dan fungsi kejaksanaan dalam penegakan hukum, baik preventif maupun yang berintikan keadlian dibidang pidana harus berkerja profesional agar masyarakat tahu bahwa hukum itu tidakpandang bulu.
    Dijelaskannya, berkaitan dengan dugaan korupsi proyek optimalisasi kelistrikan RSUD Indrasari Pematang Reba pada Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Indragiri Hulu (Inhu) dengan nilai kontrak sebesar Rp8,2 miliar lebih tetap diselesaikan.
    “Sebab, dalam pelaksanaan pekerjaannya di tahun 2015 lalu diduga tidak tuntas dan pencairan anggaran yang bersumber dari APBD Inhu pada Provisional Hand Over (PHO) mencapai 100 persen,” terangnya.
    Menurut Supardi, dirinya baru 20 hari dinas di Kejari Rengat, sehingga belum mengetahui semua laporan yang masuk, namun tetap menjadi perhatian serius tanpa memilih – milih kasus untuk lebih diutamakan.
    Setiap laporan dugaan korupsi tetap ditindak lanjuti, untuk kejelasan tentang laporan tersebut, Kajari berjanji akan memanggil bawahannya, sehingga dari pemanggilan tersebut akan diketahui tentang tindakan dan proses hukum yang sudah dilakukan.
    ” Penegakan hukum menjadi prioritas, apalagi berkaitan dengan tindak pidana korupsi,” tegasnya.
    Salah satu pelapor terkait optimalisasi kelistrikan yakni L Manurung mengatakan, korupsi proyek optimalisasi kelistrikan RSUD Indrasari Pematang Reba sedikitnya ada tiga item dugaan pekerjaan proyek tersebut yang dilaporkan kepada Kejari Rengat.
    “Laporan tersebut sudah disampaikan pada tanggal 29 Februari 2016 lalu,” ujarnya.
    Pekerjaan yang tidak selesai sesuai kontrak yakni, pembangunan tiga sumur bor dan hanya tuntas satu sumur bor, pemasangan panel dan belum terpasangnya instilasi kesetiap ruangan serta tidak adanya racun api sehingga keberadaan pembangunan mesin listrik sebagai antisipasi mati lampu dati PLN tidak dapat difungsikan.
    Dalam pelaksanaan pembangunan optimalisasi kelistrikan oleh PT Arus Sinar Nusantara (ASN) masih tetap bekerja diluar masa kontrak yang  sudah berakhir pada tanggal 23 Desember 2015.
    “Anehnya, pencairan pekerjaan tetap saja 100 persen, seharusnya hanya dapat dibayar sesuai dengan pekerjaan yang diselesaikan,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com