• Indonesia Apresiasi Bantuan Tunisia Terkait Pemindahan KBRI

    0

        Jakarta, jurnalsumatra.com – Indonesia mengapresiasi bantuan pemerintah Tunisia untuk memindahkan Kedutaan Besar RI (KBRI) Tripoli, Libya ke Djerba, Tunisia dalam pertemuan bilateral di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) tentang Palestina dan Yerusalem.
    Berdasarkan keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri Indonesia, Wakil Presiden (Wapres) M Jusuf Kalla juga menyatakan apresiasinya kepada Tunisia atas bantuan dalam pemulangan kembali warga negara Indonesia dari Libya melalui Djerba.
    Pada pertemuan bilateral di Balai Sidang Jakarta, Senin, Wapres Jusuf Kalla yang didampingi Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia A M Fachir berdialog dengan Deputi Perdana Menteri Azerbaijan Echin Afandiyev.
    Indonesia mengajak Tunisia untuk ikut menyebarkan pesan perdamaian dan toleransi melalui inisiatif Indonesia “Indonesia Digital Initiative: Empowering Leaders of Peace through Digital Platform.” Inisiatif itu disampaikan Indonesia pada saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat pada Februari 2016.
    Indonesia dan Tunisia juga saling mendorong kerja sama perdagangan bilateral. Nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Tunisia pada 2015 senilai 77,1 juta dolar AS.
    Komoditas ekspor Indonesia ke Tunisia antara lain oli dan pelumas, katun, peralatan optik, peralatan musik, bahan sintetis, karet dan turunannya, produk kertas, bahan kimia, tembakau, plastik dan produk turunannya, furniture, sepatu dan kopi.
    Sementara, impor Indonesia dari Tunisia antara lain kurma, jeruk, pupuk, rock phosphate, kaca, plastik dan minyak zaitun.
    Sebelumnya, pada Minggu (6/3) Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membuka dan memimpin pertemuan luar biasa tingkat menteri ke-5 Organisasi Kerja Sama Islam (PTM OKI) untuk Palestina dan Al-Quds Al-Sharif di Balai Sidang Jakarta.
    “Pertemuan hari ini adalah untuk memperkuat ‘outcome’ dokumen yang akan dibahas para kepala negara besok 7 Maret 2016. Selain itu, Pertemuan Luar Biasa OKI ini adalah bagian dari peran aktif Indonesia di dunia Internasional sebagai pilar ke-empat prioritas politik luar negeri Indonesia,” kata Menlu RI pada pernyataan pers seusai PTM OKI.
    Menlu RI mengatakan KTT Luar Biasa OKI itu diharapkan untuk menghasilkan resolusi bersama yang menegaskan kembali posisi prinsip dan komitmen OKI untuk mendukung penyelesaian masalah Palestina dan Al-Quds Al-Sharif (Kota Suci Yerusalem).
    Indonesia menjadi tuan rumah KTT Luar Biasa ke-5 OKI untuk isu Palestina dan Al Quds Al Sharif pada 7 Maret 2016. Pertemuan itu dihadiri oleh 605 delegasi dari 57 negara dan dua Organisasi Internasional.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com