• Harga Cabai dan Bawang Menggerahkan Pemprov Sumsel

    0

    cabe-dan-bawangPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Masih tinggi harganya bawang merah dan cabe di Sumatera Selatan membuat Pemerintah Provinsi Sumsel harus mengambil langkah lain. kenaikan harga dua jenis holtikultura itu membuat Disperindag Sumsel dan Perum Bulog Divre Sumsel untuk melakukan operasi pasar. Diketahui, per 15 Maret 2016, harga bawang merah mencapai Rp40.000 per kilogram dan cabe merah Rp60.000 per kg.

    Kepala Disperindag Sumsel Permana mengungkapkan, karena banyaknya masyarakat Sumsel yang mengeluh dan ‘menjerit’ kenaikan harga dua jenis holtikultura itu membuat Disperindag Sumsel dan Perum Bulog Divre Sumsel untuk melakukan operasi pasar. Pihaknya sudah menghubungi langsung pengusaha perkebunan di Sukabumi (Jawa Barat) untuk mendatangkan bawang dan cabe dari daerahnya. “Sudah kita hubungi, dan dari Sukabumi sudah siap untuk menyuplai bawang dan cabe,” ungkap dia.

    Rencananya, kata dia, OP tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat di Maret ini. Hanya saja sampai saat ini masih menunggu kesiapan dari Perum Bulog Divre Sumsel untuk anggaran melakukan OP.

    “Kita rencanakan, nantinya akan butuh 2-3 ton cabe dan bawang dalam satu kali pengirimannya. Karena cabe dan bawang tak bisa ditahan (simpan dalam jangka waktu lama) maka pengirimannya harus cepat dan masa OP juga terbatas,” kata Permana.

    Sementara Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Kota Palembang, Juni Haslani, mengakui kenaikan harga bawang merah maupun putih cukup signifikan. “Berdasarkan data yang ada, harga rata-rata bawang merah mencapai Rp38 ribu,” katanya.

    Padahal bulan Februari lalu, berdasarkan data yang dipegangnya, harga bawang merah masih di kisaran Rp25ribu-Rp28 ribu per kilogramnya. Sampel itu diambilnya dari beberapa pasar tradisional di Palembang.

    Meliputi Pasar 26 Ilir, Pasar Palima, Pasar Cinde, Pasar Padang Selasa dan Pasar Lemabang yang dijadikan sebagai tolak ukur penentuan harga.

    Diakuinya, kenaikan harga bumbu masak tersebut disebabkan karena pengaruh intensitas cuaca yang sudah memasuki musim penghujan.

    “Sehingga pasokan di petani mengalami pengurangan,” sambungnya. Tak menutup kemungkinan pula, beberapa daerah yang dilewati jalur pendistribusian bawang mengalami kebanjiran, sehingga distribusi terkendala.

    Meski begitu, ia mengaku dalam waktu dekat bakal segera menggelar rapat Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID). Dimana salah satu agendanya bakal membahas kenaikan beberapa barang termasuk bawang merah.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com