• Hanya 88 Persen Gerhana Warga Tetap Antusias

    0

         Makassar, jurnalsumatra.com – Ribuan warga yang memadati anjungan Pantai Losari Makassar tetap antusias menyaksikan proses gerhana matahari 88 persen itu, meskipun tidak total 100 persen.
    “Saya ini lahir di tahun 1988 dan menurut berita-berita yang saya baca, gerhana matahari total pernah terjadi di Indonesia tahun 1983. Ini saja, saya pribadi sudah sangat senang dan takjub,” ujar salah seorang warga Dian Pratiwi di Makassar, Rabu.
    Dia mengatakan, Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah tetap bisa dinikmati di beberapa daerah lainnya di Indonesia seperti di Makassar yang tetap begitu luar biasa.
    Proses gerhana matahari yang hanya berlangsung selama beberapa menit dan membuat gelap Makassar itu merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT.
    “Pasti sangat berbeda kalau kita di daerah Palu. Di sana sudah total dan pasti gelapnya kalah yang di sini (Makassar). Inilah kebesaran Allah SWT dan sungguh menakjubkan,” katanya.
    Sedangkan warga lainnya, Muhammad mengatakan jika dirinya tidak ingin kehilangan momentum dalam mengikuti shalat gerhana matahari karena menganggap shalat sunnat ini hanya sekali-sekali dilaksanakan.
    “Shalat gerhana hanya terjadi satu kali dalam kurun waktu puluhan tahun dan ini adalah momentum yang sangat luar biasa. Semoga dikesempatan lain saya masih bisa mengikuti shalat ini dan diberikan umur panjang,” harapnya.
    Kepala Stasiun Geofisika Divisi Penanganan Gempa, Pengamatan Tsunami, dan Gerhana BMKG IV, Arito Fausi menyatakan jika gerhana matahari yang akan berlangsung di Kota Makassar, Sulawesi Selatan akan berada pada status 88 persen atau tidak total.
    Kendati demikian, itu dapat membahayakan bagi sesorang jika melihat langsung matahari dengan telanjang mata. Dari pengamatan BMKG, 9 Maret tepat pukul 8.35 wita, titik 88 persen itu akan terjadi.
    “Kondisi cuaca pada pagi hari atau berlangsungnya gerhana matahari itu berlangsung cerah,” ujar Arito.
    Menurut dia, efek sinar matahari saat titik 88 persen itu bisa mengakibatkan mata menjadi rabun bahkan yang paling parah mengalami kebutaan jika tidak segera diobati.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com