• Hama Wereng Serang Lahan Pertanian Jember Selatan

    0

         Jember, jurnalsumatra.com -  Kepala Bidang Produksi dan Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Abdul Halim mengatakan hama wereng coklat mulai menyerang lahan pertanian di kawasan selatan kabupaten setempat.
    “Serangan hama wereng coklat melanda Kecamatan Gumukmas, Puger, Bangsalsari, Balung, Rambipuji, Wuluhan dan Ambulu,” tuturnya di Jember, Jumat.
    Sejauh ini, serangan hama itu masih bisa diantisipasi sejak dini karena para petani cukup cepat dalam mengendalikan hama penghisap padi tersebut.
    “Hingga kini tingkat serangannya masih ringan hingga sedang dan belum terjadi gagal panen atau puso. Namun kalau dibiarkan, maka akan mengganggu produksi padi di Jember,” ucapnya.
    Menurutnya, petani harus mewaspadai serangan hama wereng coklat karena serangan hama tersebut dapat menurunkan produksi pangan di Kabupaten Jember, terutama lahan pertanian yang ditanami padi.
    “Petani harus bisa merespon cepat dengan adanya serangan hama tersebut dan upaya yang bisa dilakukan yakni penyemprotan pestisida terhadap tanaman padi,” katanya.
    Luas lahan tanaman pangan di Kabupaten Jember sekitar 165.000 hektare, namun pihak Dinas Pertanian tidak bisa memberikan bantuan pestisida kepada seluruh petani, sehingga petani diharapkan melakukan kerja sama dengan perusahaan atau swadaya.
    “Serangan hama jenis itu dapat menyebabkan bulir padi pecah bahkan kosong. Tanda-tanda padi yang terserang hama wereng coklat yakni daun bendera padi masih hijau, tetapi bulirnya sudah coklat matang dan tidak ada isinya. Jika dibiarkan, maka bisa mengurangi produksi gabah di Jember,” katanya menjelaskan.
    Ketua Kelompok Tani Makmur di Kecamatan Wuluhan, Sucipto, mengatakan para petani melakukan penyemprotan secara massal di wilayahnya dan upaya serangan hama dilakukan dengan menjaga ketahanan pangan di Jember.
    “Kami melakukan pengendalian hama antara empat hingga enam kali, sehingga kami berharap hasil panen padi bisa menjadi delapan ton perhektare,” ujarnya.
    Sementara itu, Babinsa Desa Mrawan Kecamatan Mayang Sertu Jamari bersama Kelompok Tani Dari Bumi dan petugas penyuluh lapangan melaksanakan penyemprotan hama tanaman agar tidak mengganggu produktifitas tanaman padi untuk menunjang Program Ketahanan Pangan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com