• Gubernur: TNI Gelar Operasi Militer Di Citarum

    0

    Bandung, jurnalsumatra.com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher menyatakan personil TNI dari Sesko AD dan Pangdam III Siliwangi akan menggelar operasi militer non perang menyelesaikan segala masalah yang ada di Sungai Citarum selama enam bulan ke depan.
    “Hari ini dimulai Kita akan lebih serius lagi untuk menyelesaikan masalah Citarum. Dua hal yang dibahas itu banjir dan kotor. Sampah itu bagian dari kotor,” kata Ahmad Heryawan, di Gedung DPRD Jawa Barat Kota Bandung, Kamis.
    Keputusan TNI menggelar operasi militer non perang di Sungai Citarum tersebut dilakukan terkait dengan masalah tumpukan sampah di anak Sungai Citarum atau muara Cikapundung di Kawasan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
    Ia mengatakan selama enam bulan digelar operasi militer tersebut ditargetkan Sungai Citarum bisa bersih dari sampah yang dibuang ke sungai dan mengubah perilaku masyarakat yang asalnya suka membuang sampah ke sungai.
    “Paling tidak secara fisik tumpukan sampah tidak ada si Sungai Citarum dan selama enam bulan tersebut kan ada tambahan anggaran dari APBD Perubahan karena selama ini anggarannya seadanya,” kata dia.
    Selain TNI, lanjut Aher, dalam operasi militer tersebut juga akan  melibatkan berbagai unsur masyarakat, instansi pemerintahan, untuk mengangkut sampah sungai yang ada di masing-masing wilayah.
    Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menambahkan upaya jangka panjangnya untuk menangani tumpukan masalah sampah di Sungai Citarum akan dibuat rencana aksi multipihak implementasi pekerjaan (RAM-IP), yang dimotori oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
    “Jadi upaya tersebut akan melibatkan multisektoral guna membahas penanganan Sungai Citarum secara keseluruhan,” kata Deddy Mizwar.
    Pihaknya minta agar sampah yang menutupi anak Sungai Citarum itu untuk diangkat kepermukaan dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah serta jangan sampai sampah yang menumpuk itu justru dihanyutkan ke Sungai Citarum hingga menyebabkan masalah baru.
    “Jadi bagaimana mengangkut sampah di Cijagra tadi, tapi jangan sampai dihanyutkan juga ke Sungai Citarum,” kata dia.
    Selain itu, dirinya juga memertanyakan program penanganan Citarum yang tidak berjalan, terutama yang ditangani secara langsung oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum seperti pembangunan kolam retensi, dan program lainnya.
    “Dan saya tidak habis pikir, rencana pembangunan Kolam Retensi Cieunteung ini sudah beberapa tahun. Tapi sampai hari ini belum ada. Satu rencana pun belum ada yang diimplementasikan. Karena BBWS bicara struktur Citarum,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com