• Gubernur Minta ASN Kaltara Ubah Pola Pikir

    0

        Bulungan, jurnalsumatra.com – Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie meminta aparatur sipil negara (ASN) setempat mengubah pola pikir dari seorang aparatur pemerintah yang menentukan birokrasi (goverment officials) menjadi pelayanan publik (public servant).
    Hal ini ditegaskan Gubernur Irianto melalui siaran persnya di Tanjung Selor, Rabu (2/3) sehubungan dengan upaya perubahan cara berpikir bagi ASN yang biasa dilayani atau mengatur birokrasi menjadi melayani masyarakat.
    Ia juga menekankan, seorang ASN saat ini diminta meningkatkan kualitas diri agar pelayanan kepada masyarakat juga menjadi lebih baik dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat pada masa yang akan datang.
    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) telah dijelaskan bahwa ASN terdiri dari PNS dan pegawai pemerintah yang menggunakan perjanjian kontrak (P3K).

        Irianto Lambrie menjelaskan, pegawai pemerintah tetap memiliki hak yang sama sebagaimana yang diperoleh PNS termasuk hak untuk menduduki jabatan tertentu namun tidak memiliki hak pensiun.
    Kemudian masa pensiun bagi PNS berubah dari 56 tahun menjadi 58 tahun sedangkan yang menduduki jabatan eselon II bisa mencapai 60 tahun tetapi konsekuensi yang ditimbulkan bertambahnya kompetitor atau pesaing dan proses kaderisasi menjadi lebih lama.
    Jadi, kata Gubernur Kaltara ini, hanya PNS yang terus belajar guna meningkatkan kualitas diri, mampu memperbaiki diri, peduli dengan jabatan yang diemban dan mampu memelihara serta melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggungjawab serta berorientasi kepada solusi untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat yang bisa diberi amanah.

        Sebab ke depan untuk menduduki jabatan akan dilaksanakan proses yang transparan, adil, jujur dan akuntabel di mana Pemprov Kaltara telah memulai dengan melaksanakan seleksi terbuka bagi calon pejabat yang akan duduk menjadi kepala dinas atau kepala biro, ujar Irianto.
    “Jika ada PNS yang masih malas, tidak mau meningkatkan kompetensi, tidak peduli dengan kemampuan dan kualitas diri maka yang bersangkutan akan tergilas oleh perubahan,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com