• Gubernur Imbau Warga NTT Bersatu Rawat Keberagaman

    0

         Kupang, jurnalsumatra.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengimbau seluruh warga di provinsi berbasis kepulauan itu untuk merawat keberagaman yang ada, agar tetap tegaknya persatuan dan kesatuan.
    “Kita adalah warga beragam dari semua aspek baik suku dan agama, karena itu marilah kita bersatu hati untuk merawat kebhinekaan itu,” kata Lebu Raya saat melepas peserta Pawai Paskah Badan Pengurus (BP) Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) 2016 di Kupang, Senin petang.
    Menurut Lebu Raya, merawat kebhinekaan yang adalah sebagai kekayaan daerah dan bangsa itu hanya dengan persatuan dan kesatuan. Karena dengan bersatu padu, maka segala bentuk paham radikal yang akhir-akhir ini masih terus mengancam sejumlah daerah lain di Indonesia, bisa dihalau.

         “Saya berharap kita semua yang beragam suku dan agama, bisa terus bersatu, agar bisa dengan mudah menghalau kemungkinan masuknya paham radikal yang akan memecah kesatuan daerah dan bangsa ini. Kita jangan mau diprofokasi oleh siapa pun,” katanya.
    Semangat Pesta Paskah yang  diimani umat beragama Kristen sejagad, bisa menjadi semangat bagi setiap warga di daerah ini untuk bisa terus memelihara semangat kegotong royongan dan kebersamaan dalam keberagamannya tersebut.
    “Kebhinekaan adalah warna dan kekayaan daerah dan bangsa kita. jangan dipertentangkan tetapi mari rawat secara bersama,” katanya.

         Wali Kota Kupang, Jonas Salean pada tempat terpisah saat menerima para peserta pawai di garis finis, meminta kepada seluruh warga Kota Kupang untuk terus mengedepankan semangat kasih sebagaimana yang telah menjadi ikon wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu sebagai “Kota Kasih”.
    Menurut dia, sebagai ibu kota provinsi, Kota Kupang telah menjadi miniatur Indonesia, karena terdapat sejumlah suku dan agama. Karenanya, penting untuk tetap merawatnya agar kehidupan harmonis antarsuku dan agama yang sudah terjalin selama ini bisa tetap terawat dan terjaga abadi.
    Ketua Panitia Pawai Paskah Badan Pengurus (BP) Pemuda Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Adrianus Tally pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak untuk terlaksananya kegiatan pawai paskah ini.

         Dia mengatakan, akan terus melakukan pembenahan dan perbaikan, agar kegiatan yang sudah terlaksana selama 20 tahun itu bisa memberikan makna sakral bagi kepentingan pemenuhan iman umat kristen di daerah ini.
    “Kami akan terus berbenah untuk satu tujuan, menjadikan kegiatan ini bermakna bagi kehidupan kemasyarakatn kita di daerah ini,” kata Adrianus.
    Dia mengatakan untuk Pawai Paskah 2016 ini diikuti 100 peserta dengan 80 peran yang dimainkan oleh sejumlah jemaat dari sejumlah gereja di daerah ini.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com