• FPKM Langkat Minta PEMKAB Prioritaskan Pembangunan Kesehatan

    0

    Langkat, Sumut, jurnalsumatra.com – Forum Peduli Kesehatan Masyarakat Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, meminta pemerintah daerah setempat untuk memprioritaskan pembangunan kesehatan dalam APBD Tahun 2017.
    Hal itu berdasarkan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), karena masih tingginya tingkat kematian bayi dan ibu melahirkan, kata Ketua Forum Peduli Kesehatan Masyarakat Langkat, Surkani, di Stabat, Rabu.
    “Kita mendesak agar Pemkab Langkat memprioritaskan pembangunan kesehatan,” katanya menegaskan.
    Forum yang didalamnya tergabung Muhammadiyah, Al Wasliyah, Aisyiyah, Muslimat NU, Muslihat Al Wasliyah, PPNI, IBI, IDI, PMI itu perlu perhatian serius untuk pembangunan kesehatan, katanya.
    Surkani berharap semua dinas fokus untuk perbaikan pembangunan kesehatan khususnya penyelamatan ibu dan anak. Lintas sektor untuk memperbaiki hal itu di antaranya Dinas PU, Badan KB dan PP, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kantor Sosial, Catpil, sambungnya.
    “Sering kita temukan di lapangan banyak infrastruktur menuju Puskesmas maupun Pustu yg rusak berat dan ini juga menjadi salah satu penyumbang kematian ibu dan anak di Langkat, yang sangat tinggi,” ujarnya.
    Untuk itu pihaknya meminta sinergitas antar dinas dalam mengoptimalkan peran pemerintah, masih banyak orang miskin yang tidak mampu berobat di puskesmas yg tidak memiliki kartu sehat.
    Selain itu Puskesmas dan Pustu banyak yg masih kekurangan sarana dan prasarana dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
    “Hampir 70 persen Pustu yang ada di berbaagai desa di Langkat ini tidak layak dalam melayani kesehatan ibu dan anak. Ini sungguh sangat memprihatinkan,” tegasnya.
    Termasuk Rumah Sakit Umum Tanjungpura, pihaknya menilai pelayanan terhadap ibu dan anak khususnya mereka yang mau melahirkan juga kurang memuaskan ini perlu perhatian termasuk dari anggota DPRD untuk mendorong pengelola rumah sakit meningkatkan pelayanannya.
    Surkani menjelaskan angka kematian ibu dan anak dari Januari-Maret 2016 sangat tinggi. Kematian bayi mencapai sembilan orang, sedangkan kematian ibu tiga orang.
    Untuk itu pihaknya berharap agar instansi terkait secara bersama-sama menekan angka kematian ibu dan anak, sesuai dengan Perda Nomor 11 Tahun 2013 dan RPJMD Bupati Langkat.
    “Forum Peduli Kesehatan Masyarakat juga meminta kepada Pemkab Langkat untuk segera menyiapkan Perbub tentang percepatan menekan angka kematian ibu dan anak,” katanya.
    Agar angka kematian ibu dan anak bisa berkurang dia kahir Tahun 2016, sementara di tahun 2015 yang lalu saja ada 90 orang kematian anak.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com