• Ferli: Tidak Ada Tempat Bagi Pengguna Narkoba

    0

    Lahat, jurnalsumatra.com – Tertangkapnya salah satu oknum yang mengaku sebagai pelatih Kushin Kryu Karatedo Indonesia (KKI), Kabupaten Lahat, yang berinisial HA oleh jajaran Narkoba Polda Sum-sel, dibawah Pimpinan AKBP Syaril Musa, atas kepemilikan sabu-sabu (SS).

    Sehingga, membuat  komite olahraga nasional indonesia (KONI), Kabupaten Lahat, sedikit geram. “Oleh sebab itu, kedepan seluruh Official dan pelatih atlet akan diperketat dan wajib dilakukan tes urine sebelum mendampingi atlet dalam mengikuti seluruh even yang ada,” ungkap Ketua KONI Lahat Ferli Sumarno,SE, senin(22/3).

    Menurut Ferli, apa yang dilakukan HA yang mengaku sebagai pelatih KKI saat ditangkap polisi karena kedapatan menghisab sabu-sabu diPalembang telah mencoreng nama Kabupaten Lahat yang saat ini menjadi juara umum dam Kejurda KKI 2016. Untuk itu, kedepan seluruh oficial dan pelatih termasuk tim yang akan berangkat dalam setiap even akan diperketat.

    “Tidak kita pungkiri, memang kalau HA (tersangka red) aktif didunia olahraga, khususnya kareta di Lahat. Akan tetapi, sesuai surat tembusan ke KONI sebelum tim kejurda KKI Lahat berangkat ke Palembang, nama HA sendiri tidak termasuk dalam jajaran pelatih seperti yang disebutkan di beberapa berita media massa,” kilah Ferli.

    Bahkan, untuk dunia olahraga di bumi seganti setungguan, Ferli berani menjamin jika memang selama ini di kepengurusan KONI Lahat, selalu menekankan dan memberikan streshing mengenai akan bahaya narkoba itu sendiri. Bahkan, sebelum mengikuti suatu ajang atau turnamen, masing-masing atlit dan official itu dilakukan pengujian sampel urin dahulu, dan mesti bebas narkoba.

    “Yang jelas, tidak ada tempat bagi pengguna narkoba di tim Lahat, dan, itu harga mati dari kita. Jikapun ada yang tertangkap di Palembang kemarin, itu murni oknum dan bukanlah jajaran induk olahraga Lahat, apalagi untuk tanggungjawab,” imbuhnya.

    Sementara itu, sekretaris Umum KKI Lahat, Andi Irawan SPd menuturkan, didalam keberangkatan tim karate KKI Lahat ke kejurda di Palembang kemarin, nama HA sendiri tidaklah termasuk dalam jajaran kepelatihan yang seperti disebutkannya dibeberapa media massa.

    “Yang mana di Kejurda kemarin, kita hanya bawa 2 orang staff kepelatihan saja, dan sekali kami tegaskan, HA sendiri bukan pelatih tim,” jelas Andi.

    Kejadian penangkapan HA sendiri, ditambahkan Andi, jelas mencoreng nama baik KKI dan juga kabupaten Lahat. Akan tetapi, kedepan jelas, sesuai instruksi pengurus KONI dan juga bahkan dari bupati sekalipun, untuk jajaran KKI sendiri, tanpa terkecuali akan dilaksanakan pengawasan ketat, khususnya dari bahaya jeratan narkoba sendiri.

    “Diajang Kejurda kemarin saja, kontingen Lahat sendiri bisa meraih predikat juara umum, dengan capaian 9 medali emas, 6 medali perak dan 9 medali perunggu. Semuanya tanpa menggunakan narkoba sama sekali, begitu pula kedepan,” janji Andi lagi. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com