• DPRD Desak Pemerintah Komunikasi Dengan Pemerintah Filipina

    0

    Batam, jurnalsumatra.com – DPRD Provinsi Kepulauan Riau meminta pemerintah pusat segera menjalin komunikasi dengan Pemerintah Filipina dalam upaya membebaskan nakhoda kapal asal Batam yang diculik kelompok garis keras Abu Sayyaf di Filipina.
    “Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan segera lakukan komunikasi dengan Kementerian Pertahanan Filipina,” kata anggota Komisi I DPRD Kepri Ruslan Kasbulatov, di Batam, Selasa.
    Ia meminta pemerintah tidak menuruti permintaan penculik untuk memberikan sejumlah uang tebusan.
    Menurutnya, ketimbang menuruti permintaan penculik, lebih baik melakukan aksi diplomasi untuk membebaskan 10 awak kapal yang dinakhodai warga Batam itu.
    “Jangan dituruti. Kalau dituruti nanti jadi kebiasaan, nanti malah menjadi-jadi,” kata dia pula.
    Namun, bila keadaan memburuk, maka ia meminta Pemerintah Indonesia melibatkan tentara Filipina untuk membebaskan tersandera.
    “Kalau perlu, lakukan penyerangan,” katanya lagi.
    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa prioritas Pemerintah RI saat ini adalah keselamatan sepuluh anak buah kapal WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina itu.
    “Prioritas saat ini adalah keselamatan sepuluh WNI yang disandera. Pihak perusahaan sejauh ini telah menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga sepuluh awak kapal yang disandera,” kata Arrmanatha lagi.
    Menurut dia, Kemenlu RI menerima informasi tersebut pada Senin (28/3), dan langsung berkomunikasi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di Indonesia dan Filipina, termasuk dengan Menlu Filipina.
    Pembajakan terhadap Kapal Tunda Brahma 12 dan Kapal Tongkang Anand 12 yang berbendera Indonesia itu terjadi saat dalam pelayaran dari Sungai Puting Kalimantan Selatan menuju Batangas, Filipina Selatan.
    Dalam komunikasi pihak Kemenlu melalui telepon kepada perusahaan pemilik kapal, pembajak dan penyandera menyampaikan tuntutan sejumlah uang tebusan.
    Diketahui sejak 26 Maret, pihak pembajak sudah dua kali menghubungi pemilik kapal.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com