• Disperindagkop Kaltara Diminta Bergerak Cepat Hadapi MEA

    0

        Bulungan, jurnalsumatra.com – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Utara diminta bergerak cepat menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan seiring pemberlakuan era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
    MEA yang mulai diberlakukan Januari 2016, perlu kesiapan yang matang pada berbagai program pendidikan dan pelatihan terhadap pelaku UMKM khususnya dunia usaha, tegas Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie melalui siaran persnya di Tanjung Selor, Rabu.
    Bentuk pelatihan yang dimaksudkan adalah keterampilan manajemen usaha, manajemen pemasaran, kewirausahaan, penggunaan teknologi informasi dan penguasaan bahasa asing khususnya Bahasa Inggris dan Mandarin agar mampu berkompetisi dalam arus perubahan MEA.

        “Kami instruksikan Dinas Perindagkop dan UMKM (Kaltara) untuk bergerak cepat dan diharapkan tahun ini (2016) program tersebut sudah dapat dilaksanakan melalui revisi anggaran yang diusulkan pada APBD-Perubahan 2016 dan 2017,” tegas Irianto.
    Irianto Lambrie juga mengajak masyarakat yang berdomisili di wilayahnya yang berbatasan langsung dengan Malaysia mempersiapkan diri melalui belajar dan bekerja keras agar handal serta profesional, inovatif dan kreatif menghadapi era MEA.
    “Kita harus siap dan berani bersaing dengan produk dari negara tetangga, sebab menutup diri dari dunia yang dinamis bukanlah pilihan terbaik,” jelas Irianto seraya menambahkan, pemberlakuan MEA merupakan kesepakatan bersama dengan negara-negara ASEAN di mana aliran bebas barang, jasa, investasi dan tenaga kerja terdidik.
    Mengenai MEA ini tentunya akan berpengaruh pada pertumbuhan dan pembangunan ekonomi setiap negara ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Laos, Miyammar dan Timor Leste.

        Menghadapi MEA, Irianto Lambrie menegaskan, Pemprov Kaltara terus bergerak untuk meletakkan pondasi yang kuat pada daerah-daerah yang masih tertinggal, terpencil dan pesisir sekaligus membuka pusat-pusat perekonomian lainnya.
    “Akselerasi pembangunan dalam rangka mengejar ketertinggalan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat membutuhkan terobosan atau ‘breakthrough’ dengan semangat ‘Not Business As Usual’,” kata dia.
    Pendekatan semacam ini dimaksudkan agar terjadi perubahan pola pikir bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya tergantung pada pemerintah saja, tetapi kolaborasi bersama antara pemerintah pusat, pemda, BUMN, BUMD, dan swasta, ujar dia.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com