• DISHUB: Sopir Perlu Diedukasi Psikolog Tekan Kecelakaan

    0

    Pekanbaru, jurnalsumatra.com- Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Rahmad Rahim, menyarankan para sopir angkutan kota, AKDP, taxi dan lainnya perlu mendapatkan edukasi dari psikolog untuk mempersiapkan kejiwaan  agar lebih sabar dan tenang dalam berkendaraan.
    “Tentang cara berkendaraan secara teori bisa saja mereka menguasainya dengan baik namun bagaimana meningkatkan kesabaran di jalan,” katanya  di sela-sela pendidikan dan pelatihan bagi 40 sopir se Riau di Pekanbaru, Senin.
    Menurut dia, penanganan seorang psikolog penting, karena berkaitan dengan psikologi klinis kejiwaan manusia yang bisa memberikan pengaruh besar dalam perubahan kejiwaan seseorang sebelum atau saat bekerja.
    Ia mengatakan, kesabaran dan ketenangan seorang pengemudi dibutuhkan, apalagi ketika mereka meninggalkan rumah, ada anak dan isteri yang menunggu agar bisa pulang dengan selamat.
    “Oleh karena itu melalui Diklat ini, mereka bisa menjadi promotor bagi kawan-kawan seprofesi untuk meneruskan pendidikan yang diterima selama pelatihan,” katanya dna menambahkan berdoa dan senantiasa meminta perlindungan dari Tuhan diyakini akan menuntun sopir membawa kendaraan dengan tertib.
    Ia mengatakan,  40 peserta Diklat hanya merupakan bagian kecil dari jumlah sopir yang lebih banyak lagi yang belum tersentuh Diklat yang sama, sehingga Dishub Riau akan memprogramkan kegiatan yang sama pada jadwal berikutnya.
    Untuk kegiatan ini, katanya lagi, Dishu  Riau akan berkoordinasi dengan Jasa Raharja, dan Dirlantas Polda Riau dengan tentunya menyiapkan alokasi anggaran dalam APBD.
    “APBD Riau siap mendukung kegiatan diklat untuk sopir ini sebagai kewajiban dalam mempercepat pembangunan di daerah dikenal Bumi lancang Kuning ini,” katanya.
    Kepala Cabang PT Jasa Raharja (Persero)  Cabang Riau, Isman Danial mengatakan Diklat digelar  14-15 Maret 2016 itu sebagai bentuk kewajiban Perusahaan BUMN ini menurunkan angka kecelakaan lalulintas disamping tugas utama memberikan santunan bagi korban atau ahli waris korban kecelakaan lalulintas.
    Tugas ini, katanya diatur dalam UU nomor 33 tahun 1964 tentang dana pertanggunan wajib kecelakaan penumpang dan UU nomor 34 tahun 1964 tentang dana kecelakaan lalu lintas jalan.
    “Namun demikian,  Jasa Raharja juga fokus dan berperan aktif terhadap upaya-upaya  pencegahan dalam menurunkan tingkat angka lantas dan tingkat fatalitas korban akibat lakalantas, salah satu di antaranya melalui diklat sopir tersebut,” katanya. (anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com