• Dinas: Fasilitas Pemadam Kebakaran Bekasi Belum Ideal

    0

    Bekasi, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Tedi Hafni menilai fasilitas pemadam kebakaran di wilayah setempat masih jauh dari kondisi ideal.
    “Personel dan armada pemadam kebakaran kita masih perlu penambahan,” katanya di Bekasi, Selasa.
    Menurut dia, kebutuhan ideal armada pemadam kebakaran di Kota Bekasi mencapai 80 unit, sementara yang baru terpenuhi saat ini hanya 19 unit.
    “Dari 19 unit armada pemadam kebakaran yang ada, hanya sepuluh unit yang siap pakai, sisanya mengalami kerusakan fisik dan suku cadang karena sudah berusia lebih dari lima tahun,” katanya.
    Menurutnya, kebutuhan 80 unit armada pemadam kebakaran didasari atas luas wilayah yang terbagi 56 kelurahan dan 12 kecamatan.
    “Kalau 80 unit itu terpenuhi, kita bisa tempatkan di masing-masing kelurahan sehingga penanganan kebakaran bisa cepat dilakukan,” katanya.
    Untuk itu pihaknya mengajukan penambahan sembilan unit armada kebakaran baru pada 2017.
    “Sebanyak delapan unit berbentuk minibus berkapasitas 5.000 liter air untuk menjangkau kawasan padat dengan ketinggian maksimal 4 meter dan satu unit berukuran besar dengan daya jangkau ketinggian 42 meter,” katanya.
    Menurutnya, armada pemadam ukuran minibus itu ditaksir seharga Rp3 miliar, sementara unit yang besar puluhan miliar rupiah.
    “Daripada kita memperbaiki armada yang ada, harganya bisa sangat mahal. Satu onderdil mesin pompa yang ukurannya kecil saja seharga Rp14 juta,” katanya.
    Armada besar dengan jangkauan tangga hingga 42 meter itu diperlukan mengingat kawasan setempat mulai banyak berdiri apartemen dengan ketinggian gedung hingga 60 meter.
    Tedi mengatakan, pihaknya juga memerlukan personel tambahan untuk memenuhi kebutuhan ideal 500 orang.
    “Sekarang jumlahnya hanya 95 orang. Mereka harus menangani 56 kelurahan dan 12 kecamatan,” katanya.
    Kebutuhan personel itu diperlukan mengingat belum seluruh kawasan di wilayah setempat mampu mengelola lingkungannya secara mandiri.
    “Hanya Perumahan Summarecon Bekasi yang sudah memiliki fasilitas pemadam kebakaran mandiri berikut personelnya, sementara mayoritas kawasan masih bergantung pada Pemkot Bekasi,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com