• Dekranasda Dorong UMKM Mampu Hadapi MEA

    0

        Bogor, jurnalsumatra.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bogor, Jawa Barat, Yane Ardian Bima Arya mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah untuk mampu mengembangkan usahanya dalam masyarakat ekonomi ASEAN.
    “Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri,” kata Yane, dalam acara pelatihan pengelolaan keuangan yang diselenggarakan oleh Putra Sampoerna Foundation, Sampoerna Universitas, HSBC dan OJK, di Balai Kota Rabu.
    Ia mengatakan, pelaku UMKM di Kota Bogor masih menghadapi kendala salah satunya dalam pengelola keuangan. Minimnya pemahaman tersebut, membuat pelaku usaha sulit mengakses pasar maupun pinjaman modal.
    “Perlu ada pelatihan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha agar mampu mengelola keuangannya, dan bisa mengembangkan usaha dengan dukungan finansial yang kuat,” katanya.
    Selain itu, lanjutnya, pelaku UMKM harus mampu mengakses pasar internasional, agar tidak kalah saing dengan produk luar yang masuk ke dalam negeri.
    “UMKM harus bergandeng tangan menghadapi MEA, membuka peluang, mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya dari pelatih agar bisa mempromosikan produk kita,” katanya.
    Menurut Yane, terdapat 15 ribu orang yang bermata pencaharian sebagai wirausaha mikro, kecil dan menengah. Dengan jumlah tersebut, kemampuan dalam memperkuat usaha, akan memberikan kontribusi terhadap penguatan struktur ekonomi di Kota Bogor.
    “Kami mendukung program pelatih yang diberikan Sampoerna University, HSBC, OJK, karena dengan membantu pelaku UMKM memahami finansial dasar,” katanya.
    Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Horas VM Tarihoran, mengingatkan kelemahan pelaku UMKM Indonesia tidak terlalu paham dengan menajamen keuangan, hal tersebut menjadi kelemahan yang harus diwaspadai agar tidak terjebak dengan industri keuangan pasar bebas.
    “Perlu kewaspadaan, terutama dalam industri keuangan, saat MEA sudah banyak jasa keuangan dibuka oleh asing. Pahami setiap aturan, terutama saat membeli produk-produk luar, jangan sampai terjebak dengan aturan-aturan yang tidak kita pelajari dulu,” katanya.
    Ratna Handayani, salah satu pelaku UMKM batik khas Bogor menilai MEA sebagai peluang untuk mengembangkan usaha hingga ke kancah internasional.
    “MEA harusnya menjadi trobosan, bukan malah ditakuti. Kita harus berinovasi agar bisa menyeimbangan perkembangan zaman dan tuntutan pasar,” katanya.
    Menurut Ratna, pendampingan dan pelatihan bagi pelaku UMKM menjadi sangat penting, dalam membantu tumbuh kembang wirausahawan agar lebih kuat lagi.
    “Kelemahaman pelaku usaha umumnya kurang mampu mengelola keuangan,” katanya.  Feru Lantara(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com