• Bupati Waykanan: Tidak Ada Jual Beli Jabatan

    0

    Waykanan, Lampung ,jurnalsumatra.com-Bupati Waykanan Raden Adipati Surya menjamin tidak ada jual beli jabatan di pemerintahannya, karena masih banyak pegawai yang memiliki kompetensi mumpuni untuk membangun Kabupaten Waykanan menjadi lebih baik lagi.
    “Selama saya menjabat bersama Wakil Bupati Edward Antony, saya jamin tidak akan ada jual beli untuk menduduki jabatan tertentu,” katanya di Blambanganumpu, ibu kota Waykanan, Selasa.
    Ia menegaskan komitmen itu juga berlaku kepada pegawai yang masih keluarganya, semuanya harus mengikuti tahapan-tahapan atau proses untuk menduduki jabatan tertentu yang telah disiapkan Pemkab Waykanan.
    Menurut Bupati, komitmen itu perlu diambil karena masih ada pihak-pihak meragukan kepemimpinannya.
    Untuk menata dan mewujudkan pemerintahan yang lebih baik di Kabupaten Waykanan maka diperlukan sosok-sosok pegawai yang mempunyai keahlian dan kemampuan, bukan berdasarkan jual beli jabatan, katanya.
    “Saya butuh pejabat yang berkualitas, profesional, dapat bekerja secara tim dan punya komitmen membangun daerah berjuluk ‘Bumi Ramik Ragom’ ini,” ujar Adipati.
    Politisi Partai Demokrat ini juga mengatakan, saat ini bukan jamannya lagi untuk titip-titip jabatan, yang diperlukan dan diinginkan pimpinan adalah praktek di lapangan.
    Sesuai instruksi gubernur, katanya, sudah jelas bahwa tidak ada lagi titip jabatan untuk menduduk kursi publik.
    Ia juga mengingatkan jika ada oknum pegawai yang terbukti atau tertangkap tangan menerima sejumlah uang atau imbalan untuk sebuah jabatan, diminta segera dilaporkan dan akan ditindak tegas hingga pemberhentian.
    Raden Adipati Surya menjelaskan, pengisian jabatan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Waykanan akan menggunakan sistem lelang jabatan atau “open bidding”.
    Hal ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas pengetahuan dari masingżmasing calon pejabat publik dan kinerja dalam menjalankan roda pemerintahan Pemkab Waykanan.
    “Assessment merupakan proses dalam mencari bentuk terbaik antara jabatan dan kompetensi yang diperlukan. Semua ASN memiliki peluang yang sama untuk duduk di eselon II dan III, sepanjang yang bersangkutan memenuhi persyaratan untuk menduduki jabatan tersebut,ż pungkasnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com