• Bupati Situbondo Luncurkan Kampung Keluarga Berencana

    0

    Situbondo, jurnalsumatra.com- Bupati Situbondo Dadang Wigiarto meluncurkan Kampung Keluarga Berencana (KB) di salah satu desa yang tingkat kesadaran masyarakatnya menjadi peserta KB masih rendah, warga menikah pada usia dini, dan banyak balita serta masyarakatnya rata-rata kurang mampu.
    “Dengan terbentuknya Kampung KB di Dusun Padegan, Desa Tanjungkamal, Kecamatan Mangaran, ini diharapkan dalam satu tahun ke depan sudah ada perubahan,” ujar Dadang Wigiarto di Situbondo, Rabu.
    Dalam sambutannya, bupati menyampaikan Dusun Padegan diminta tidak hanya sekadar dikukuhkan sebagai Kampung KB, tetapi harus ada perhatian mulai dari pemerintah tingkat desa hingga satuan kerja perangkat kerja daerah di lingkungan Pemkab Situbondo.
    Menurut Bupati, perhatian itu bisa diartikan mencari solusi terhadap apapun yang dinilai kurang di dusun tersebut, termasuk mengapa peserta KB masih rendah sehingga diharapkan satu tahun ke depan sudah ada perubahan. Begitu pula dari segi ekonomi yang masih rendah, maka semua pihak harus mencari solusinya untuk menyelesaikannya.
    “Intinya dengan pencanangan Kampung KB, peserta KB laki-laki maupun perempuan nantinya akan bertambah dan tidak ada lagi warga di Dusun Padegan yang tidak mengikuti KB,” katanya.
    Sementara Kepala Kantor Keluarga Berencana Kabupaten Situbondo dr Muchammad Al Muhdar mengatakan latar belakang membentuk Kampung KB ini adalah program yang berkelanjutan dalam satuan wilayah yang memiliki kriteria tertentu.
    “Program nasional ini untuk revitalisasi program KB yang lebih diarahkan untuk mendukung implementasi Nawacita, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran,” katanya.
    Menurut dia, di Dusun Padegan yang memiliki jumlah penduduk laki-laki 505 jiwa, dan perempuan 323 jiwa serta 58 balita. Selain kepesertaan KB yang dinilai masih rendah, kebersihan lingkungannya juga masih memprihatinkan.
    “Dibentuknya Kampung KB ini untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam pelayanan KB secara menyeluruh sebagai upaya mewujudkan keluarga sejahtera dan berkualitas,” tuturnya.
    Tujuan dan hasil yang diharapkan, lanjut dia, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung melalui pembangunan terpadu bidang Keluarga Berencana.
    Ia menambahkan pada 2017, dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Situbondo, setiap satu kecamatan akan dibentuk satu desa Kampung KB.
    “Anggaran program Kampung KB ini dari pemerintah pusat, dan anggarannya memang hanya untuk satu desa saja,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com