• Bupati: Kesiagaan Terhadap Karlahut Mulai Ditingkatkan

    0

    Tembilahan, jurnalsumatra.com – Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan menyatakan pihaknya mulai meningkatkan kesiagaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) menyusul terpantaunya delapan titik api di daerah itu.
    “Selain kesiapsiagaan dalam mengantisipasi Karlahut, kami juga tengah mengupayakan melengkapi sarana dan prasana yang dibutuhkan saat terjadi Karlahut,” katanya di Tembilahan, Kamis.
    Ia menuturkan, sebanyak delapan titik api terpantau melalui satelit NOAA 18 di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, dari Februari hingga 10 Maret.
    Pada Februari terpantau dua titik yang berlokasi di Desa Belanta Raya, Kecamatan Gaung dan Desa Bayas Jaya, Kecamatan Kempas.
    Kemudian pada 1 Maret hingga hari ini terpantau enam titik yaitu di Desa Belanta Raya, Kecamatan Gaung, Desa Bayas Jaya di Kecamatan Kempas, Desa Beringin Jaya di Kecamatan Teluk Balengkong, Desa Tegal Rejo Jaya di Kecamatan Pelangiran, Desa Teluk Kelasa, Keritang dan Desa Teluk Kabung di Kecamatan Gaung.
    Dia berharap semua pihak dengan segera menyatukan tekad dan bersama-sama untuk saling bahu membahu dalam menanggulangi bencana Karlahut yang dikhawatirkan akan menimbulkan asap dan membahayakan kesehatan masyarakat.
    Ia juga mengimbau agar antisipasi permasalahan Karhutla ini juga disosialisasikan sampai ke tingkat kecamatan, desa dan kelurahan agar mereka siap siaga ketika terdapat indikasi adanya titik api di lingkungan setempat.
    Ia menjelaskan Kabupaten Indragiri Hilir memiliki potensi yang cukup tinggi akan terjadinya Karlahut, karena daerah itu merupakan daerah dengan lahan gambut.
    “Kedalaman gambut di Indragiri Hilir mencapai hampir 8 meter,” ujarnya.
    Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 13 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota di Riau.
    Berdasarkan data yang dikeluarkan BMKG melalui sensor Terra dan Aqua pada Kamis pukul 05.00 WIB, sejumlah titik panas baru muncul di beberapa kabupaten yakni Kampar dan Indragiri Hulu masing-masing satu dan dua titik.
    “Secara keseluruhan titik panas masih terpantau di pesisir Riau yakni Bengkalis dengan tiga titik, Dumai dua titik, dan Rokan Hilir satu titik,” kata Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin di Pekanbaru.
    Selanjutnya, titik panas juga terpantau di Siak satu titik dan Indragiri Hilir satu titik. Namun, dari 13 titik panas yang terpantau tersebut, hanya satu di antaranya yang dipastikan sebagai titik api atau mengindikasikan adanya kebakaran lahan dan hutan dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen.
    “”Satu titik api itu terpantau di Rokan Hilir,” jelasnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com