• Bulog Sulut Belum Serap Beras Petani Lokal

    0

        Manado, jurnalsumatra.com – Perum Bulog Divre Sulawesi Utara (Sulut) sampai awal Maret 2016 ini belum melakukan penyerapan beras petani lokal akibat masa tanam petani mengalami keterlambatan.
    “Hal ini dikarenakan masa tanam petani mengalami keterlambatan akibat dampak El Nino tahun 2015 yang cukup panjang,” kata Kepala Perum Bulog Divre Sulut Sabaruddin Amrulla di Manado, Jumat.
    Sabaruddin mengatakan sejak awal tahun pihaknya sudah menargetkan serapan beras lokal di Sulut, namun sampai saat ini belum ada yang terserap.
    “Namun, kami telah siap untuk melakukan penyerapan beras lokal, karena ada sebagian daerah mulai melakukan panen gabah,” kata Sabaruddin.
    Dia menjelaskan saat ini tim serapan beras petani lokal dari Bulog  telah berada di lapangan untuk menyiapkan pengadaan untuk panen bulan Maret 2016.
    Dia berharap serapan tahun ini akan mencapai target yang ditetapkan kantor pusat untuk Divre Sulawesi Utara juga termasuk Provinsi Gorontalo.
    “Tahun ini, Divre Sulut mendapatkan target penyerapan beras lokal sebanyak 25 ribu ton untuk PSO dan komersial sebanyak 1.000 ton,” katanya.
    Perum Bulog akan membeli beras petani lokal sesuai harga Pembelian Pemerintah (HPP) 2016 yakni sebesar Rp7.300 per kilogram (kg).
    Namun, katanya, Bulog terus berupaya semaksimal mungkin agar mampu menyerap beras petani cukup besar.
    Sabaruddin menambahkan stok beras saat ini cukup hingga bulan Juli 2016. Namun, pihaknya tetap ingin menambah penyerapan beras karena kapasitas gudang Bulog yang besar.
    “Kapasitas total gudang di wilayah kerja kami 53.000 ton. Khusus di gudang Madidir sendiri sebesar 35.000 ton. Dimana gudang Madidir juga digunakan untuk mensuplai kepulauan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com