• Bulog: Jagung Harus Jadi “Market Brand” Gorontalo

    0

    Gorontalo jurnalsumatra.com – Kepala Bulog Sub Divisi Regional (Subdivre) Gorontalo, Sjamsuddin menilai komoditi jagung harus menjadi “market brand” atau dengan merk pasar, sehingga lebih optimal pada sisi produksi dan pemasarannya.
    “Selain beras, saya mencoba untuk menggalang komoditi jagung dengan market brand Gorontalo, jika bisa kita akan mengekspor jagung,” ungkap pria asal Manado, Sulawesi Utara tersebut, Kamis.
    Sjamsuddin pun telah melakukan pembicaraan bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo bagaimana untuk menampung dan menjual hasil produksi jagung Gorontalo.
    “Hasil jagung tersebut akan kita jual keluar negeri maupun ke dalam negeri, dengan ini nama Gorontalo akan lebih maju lagi, dan kualitas jagung Gorontalo sudah dikenal memiliki  kualitas yang baik,” lanjutnya.
    Selain jagung, pria yang telah 35 tahun bekerja di Bulog tersebut sedang berupaya untuk menampung gula pasir produksi dari daerah itu sendiri, bekerjasama dengan pabrik gula di Tolinggula.
    “Saya sedang berupaya bagaimana caranya saya membeli dari mereka dan menjualnya ke masyarakat dengan harga yang lebih murah lagi,” tambahnya.
    Ia juga mengatakan bahwa Bulog bersama Badan Ketahanan Pangan setempat, telah mulai mensosialisasikan mengenai “Toko Tani Indonesia”, di mana barang hasil produksi petani akan dijual disitu.
    Untuk produksi beras lokal Gorontalo, dirinya berharap Gorontalo mencetak sawah baru, karena untuk Kota Gorontalo lahan sawah sudah semakin berkurang.
    “Apabila tidak ada pencetakan sawah baru otomatis produksi beras berkurang, sedangkan masyarakat semakin bertambah,” ujarnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com