• BPJS: Kenaikan Iuran Sudah Melalui Pembahasan Mendalam

    0

        Batam, jurnalsumatra.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Batam menyatakan kenaikan iuran bagi peserta mandiri sudah melalui pembahasan mendalam dengan melibatkan berbagai pihak.
    “Ini tidak ujuk-ujuk dinaikkan oleh Pemerintah. Keluarnya Perpres Nomor 19 Tahun 2016 sudah melalui pembahasan mendalam sejak 2014,” kata Humas BPJS Kesehatan Batam Irfan Humidi di Batam, Rabu.
    Kenaikan tersebut untuk fasilitas kesehatan ruang perawatan kelas III menjadi Rp30 ribu dari sebelumnya Rp25.500,00 per bulan, kelas II menjadi Rp51 ribu dari Rp42.500,00 per bulan, sedangkan peserta kelas I menjadi Rp80 ribu dari sebelumnya Rp59.500,00 per bulan.
    “Pembahasan tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan, Kemenakertrans, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Dewan Jaminan Sosial Nasional, BPJS Kesehatan, serta sejumlah pihak terkait,” katanya.
    Tujuannya, kata dia, untuk keberlangsungan program dan memberikan pelayanan lebih baik lagi bagi masyarakat sebagai peserta.
    “Yang naik hanya untuk peserta mandiri. Yang pekerja penerima upah potongannya tidak naik,” katanya.
    Penyesuaian iuran, kata Irfan, juga sudah merupakan perhitungan aktuaris oleh para ahli, termasuk rekomendasi dari Dewan Jaminan Sosial Nasional.
    Ketua Komisi IV DPRD Batam Riky Indrakari menyesalkan kenaikan tersebut karena seharusbya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mengharuskan alokasi pusat untuk kesehatan mencapai 5 persen.
    “Namun, ini sudah diputuskan. Jadi, yang harus dilakukan adalah transparansi dari BPJS mengenai klaim ke rumah sakit,” kata dia.
    Ia juga meminta agar BPJS selalu berkoordinasi terkait dengan perubahan peraturan sehingga tidak ada lagi anulir dan penundaan atas keputusan BPJS.
    “Ke depan, kami juga akan melakukan rayonisasi rujukan agar tidak terjadi penumpukan pada rumah sakit tertentu,” kata Riky.
    Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Chandra Rizal berharap rumah sakit dan klinik yang belum bekerja sama dengan BPJS agar segera mau melayani peserta program tersebut agar terjadi pemerataan.
    “Saat ini faskes masih kurang jadi ada penumpukan. Dengan kenaikan ini diharapkan rumah sakit dan klinik lain juga segera bergabung melayani peserta BPJS agar tidak terjadi penumpukan,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com