• BPBD Bandung Antisipasi Curah Hujan Tinggi

    0

    Bandung, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tetap mengantisipasi curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan meski di sejumlah titik banjir di Bandung selatan sudah mulai surut.
    “Di beberapa lokasi banjir sudah ada yang surut bahkan ada yang sudah kering. Namun curah hujan di hulu Citarum saat ini masih tinggi dan itu menjadi antisipasi kami dalam penganan banjir di sini,” kata Kepala BPBD Kabupaten Bandung Tata Irawan di Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin.
    Banjir yang terjadi sejak Sabtu lalu, merupakan yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini. Karena selain di kawasan langganan banjir Baleendah dan Dayeuhkolot, genangan banjir juga terjadi di wilayah Banjaran dan Pameungpeuk dengan luasan yang signifikan.
    BPBD Kabupaten Bandung bersama Bupati Bandung H Dadang Naser pada Senin pagi melakukan peninjauan ke beberapa titik lokasi banjir, salah satunya di Desa Andir, yang sebelumnya terendam setinggi 80 centimeter, pada Senin sudah mulai surut dan kering.
    “Sebagian sudah ada yang mengering, namun masih ada yang terendam,” kata Tata.
    Warga sudah mulai membersihkan lumpur di rumah masing-masing. Ketebalan lumpur mencapai 5 centimeter. Selain di dalam rumah, lumpur juga tersisa di jalan-jalan dan gang yang mengakses ke rumah warga.
    Sementara itu warga yang sejak Sabtu mengungsi ke tempat tinggi, sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing dan melakukan bersih-bersih.
    Sedangkan sebagian warga lainnya masih bertahan di tempat pengungsian. Selain rumahnya masih terendam, juga untuk mengantisipasi adanya peningkatan genangan air di rumah mereka.
    BPBD Kabupaten Bandung membangun dapur umum di Baleendah dan Dayeuhkolot untuk memasok makanan bagi para pengungsi korban banjir di sana.
    “Dapur umum sudah didirikan, dan hari ini dapur umum memasok 8.000 bungkus nasi untuk pengungsi dan didistribusikan ke sejumlah titik,” kata Tata.
    Banjir yang terjadi di Bandung selatan menelan dua korban jiwa yakni Risma (13) warga Andir Baleendah yang meninggal dunia akibat tersengat listrik di genangan banjir serta Lia warga Pameungpeuk.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com