• BI Sosialisasi Gaul dan LKD Gowes Bareng

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Dalam rangka sosialusasi Gerakan Anti Uang Lusuh (GAUL), edukasi Layanan Keuangan Digital (LKD) dan Program LAKU Pandai kepada masyarakat luas. BI (Bank Indonesia) bekerjasama dengan OJK (Otorisasi Jasa Keuangan) menyelenggarakan Acara Gowes Bareng dan Sosialisasi Gaul, LKD, LAKU PANDAI.

    Selain itu BI juga melauching GAUL dan Mang Gaul sebagai mascot komunikasi BI Provinsi Sumatera Selatan, dengan start gowes dari halaman kantor BI Sumsel pukul 06:00 wib dan finish di halaman lapangan tembak Jakabaring (19/3).

    Kepada jurnalsumatra.com kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Hamid Ponco Wibowo selaku Direktur BI Palembang mengatakan “Dengani melounching mascot kita akan lebih mudah memberikan edukasi kepada masyarakat yang ada di Sumatera Selatan untuk bisa lebih menghargai uang rupiah, dengan sosialisasi Gaul (Gerakan Anti Uang Lusuh) ini, karena bisa lebih menghemat untuk mencetak uang baru dan juga dibarengi dengan layanan LKD (Layanan Keuangan Digital) yang sama-sama dengan OJK  yang kedepan bisa menimalisir pemakaian uang tunai” jelasnya.

    Menurutnya, dengan ada LKD ini, akan lebih mempermudah masyarakat dalam bertransaksi dengan aplikasi yang sudah disediakan bisa melayani masyarakat lebih optimal lagi tanpa menggunakan uang tunai lagi, yang di Sumsel ini, sudah beberapa bank menggunakannya dengan jaringan cukup luas yang akan berfungsi kedua-duanya, Gaul Jalan dan begitu juga dengan LKD nya tentunya bank yang sudah memenuhi syarat yang telah ditentukan.

    “Yang jelas BI perwakilan Sumsel melakukan sosialisasi GAUL tadi dalam rangka menjaga kondisi uang agar tetap baik, melalui Maskot GAUL, yakni Mang GAUL dan Bik GAUL, yang setiap kota berbeda tujuannya, agar lebih dekat dengan masyarakat, untuk menjaga uang tidak cepat lusuh, salah satunya jangan melipat uang” tegasnya

    Sementara Dadan M Sadrah selaku Assisten Direktur Bank Indonesia Palembang mengatakan kepada jurnalsumatra.com “Sosialisasi GAUL (Gerakan Anti Uang Lusuh) dalam rangka untuk menjaga kualitas uang agar tetap baik dan sebagai langkah untuk menyambut Asian Games 2018 nanti” jelasnya.

    Menurutnya, jumlah uang lusuh per Januari 2016 disotir ada sebanyak 305.331 lembar uang lusuh, pecahan uang yang sering lusuh yakni pecahan yang nialai nominalnya kecil, penyebab nya. karena prilaku masyarakat kurang merawat dengan baik untuk pecahan kecil sedang untuk pencetakkan uang berdasarkan nominal pecahan. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com