• BI Purwokerto Optimistis Inflasi Tetap Terkendali

    0

    Cilacap, jurnalsumatra.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto optimistis inflasi Maret di wilayah eks Keresidenan Banyumas tetap terkendali meskipun terjadi gejolak harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat, kata Kepala KPw BI Purwokerto Ramdan Denny Prakoso.
    “Kita sangat berharap inflasi terkendali walaupun memang naik dibandingkan tahun 2015 tetapi secara level kita harapkan tetap berada pada level nasional,” katanya di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat.
    Denny mengatakan hal itu kepada wartawan di sela-sela pencanangan Gerakan Anti-Uang Lusuh dan Anti-Uang Palsu yang diselenggarakan KPw BI Purwokerto di Pasar Gede, Cilacap.
    Menurut dia, kabupaten-kabupaten di wilayah eks Keresidenan Banyumas yang meliputi Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara memiliki ciri berupa pertumbuhan ekonominya cenderung berada di atas pertumbuhan nasional.
    “Kemudian kalau kita lihat inflasi tahun lalu cenderung di bawah level nasional. Jadi, kita masih berkeyakinan pertumbuhan ekonomi di eks Keresidenan Banyumas utamanya Kabupaten Banyumas dan Cilacap akan tetap berada di atas level pertumbuhan nasional,” katanya.
    Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Bank Indonesia tetap berkeyakinan inflasi pada tahun 2016 tetap terkendali.
    Menurut dia, Bank Indonesia menargetkan angka inflasi pada tahun 2016 secara nasional sebesar 4 persen plus minus 1.
    “Memang angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2015 tetapi kami menganggap ini masih dalam kondisi yang terkendali. Itulah sebabnya kenapa rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia kemarin kembali memutuskan suku bunga BI Rate diturunkan lagi, sekarang di level 6,75 persen yang tadinya sempat cukup lama di atas 7 persen, kemarin diputuskan angkanya 6,75 persen,” katanya.
    Denny mengatakan bahwa Bank Indonesia berani menurunkan suku bunga BI Rate karena situasi di Indonesia pada tahun 2016 diyakini akan terkendali.
    Meskipun terjadi gejolak, dia mengatakan bahwa hal itu bersifat temporer atau tidak terjadi sepanjang tahun.
    “Kita juga bisa lihat nilai tukar rupiah terhadap dolar terus menguat, yang tadinya selalu mendekati Rp14 ribu per 1 dolar Amerika, sekarang mendekati Rp13 ribu. Inilah yang membuat Bank Indonesia punya keyakinan bahwa menurunkan suku bunga BI Rate di samping memang akan mendorong dunia usaha, mendorong perekonomian itu juga tidak berdampak jelek, baik terhadap perkembangan inflasi maupun perkembangan nilai tukar,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com