• Belasan Eks Gafatar Dikembalikan Ke Lampung

    0

         Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Sebanyak 12 orang eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Lampung yang sebelumnya berada di Jambi dikembalikan ke daerah asal di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Utara.
    Kepala Penerangan Korem 043/Garuda Hitam (Gatam) Lampung Mayor Inf CH Prabowo, dalam penjelasan diterima di Bandarlampung, Senin, menyampaikan bahwa Komandan Kodim 0411/Lampung Tengah Letkol Inf J Kurniawan SIP didampingi Pasi Intel Lettu Inf Suprobo menerima kembali pemulangan anggota eks Gafatar dari Jambi ke Lampung Tengah dan Lampung Utara itu.
    Eks anggota Gafatar tersebut akan dikembalikan ke daerah asal masing-masing untuk dilakukan pembinaan dan pengawasan.
    Penyerahan anggota eks Gafatar ini dilaksanakan Minggu (28/2) pukul 09.00 WIB, di Kodim 0411/Lampung Tengah.
    Penyerahan anggota eks Gafatar itu diterima Dandim 0411/Lampung Tengah didampingi Pasi Intel Kodim setempat.
    Selanjutnya eks anggota Gafatar ini akan diserahkan ke Koramil 411-03/Terbanggi Besar untuk diserahkan ke kepala kampung masing-masing.
    Selain dari Kodim 0411/Lampung Tengah, aparat terkait yang mendampingi pemulangan eks anggota Gafatar dari Jambi itu, antara lain Koramil 0419-01/MA Sabak (Serda Mulyadi dan Serka Heri Puji), Polres Tanjung Jabung Timur Jambi (Aiptu Rudi Kifli, Bripda Firman, dan Bripda Randi Apriansyah), Kesbangpol Kabid Binmas Kesbang (Heri Nazarudin), Capin (Rasmen Purba), Dinas Perhubungan (M Nasir, Aryadi, Junaidi Agustianto).
    Para eks anggota Gafatar itu sebanyak enam orang dipulangkan ke Kelurahan Tanjung Ratu Kecamatan Way Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah, dua orang ke Kelurahan Candi Rejo Kec. Way Pengubuan, dan empat orang ke Bumi Bati 1 Dusun Bumi Restu Kec. Abung Surakarta Kabupaten Lampung Utara.
    Dandim 0411/Lampung Tengah Letkol Inf J Kurniawan menyatakan merupakan tugas kita bersama untuk dapat membina eks anggota Gafatar agar dapat diterima kembali di masyarakat.
    Dia berharap jangan sampai terjadi kasus serupa di kemudian hari yang menimbulkan keresahan masyarakat karena adanya pemahaman yang menyimpang dari kaidah agama maupun undang-undang yang berlaku.
    “Kami akan melakukan pembinaan berupa pemberian wawasan kebangsaan serta pembinaan agama dan mental kepada mereka,” kata dia pula.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com