• Banyumas Tingkatkan Kesadaran Warga Urus Akta Kelahiran

    0

         Purwokerto, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) setempat terus berupaya meningkatkan kesadaran warga untuk mengurus akta kelahiran meskipun hingga saat ini tingkat kesadarannya relatif tinggi.
    “Kalau di Banyumas, total yang telah memiliki akta kelahiran termasuk yang tua-tua sudah di atas 60 persen. Sementara pembuatan akta kelahiran yang masuk sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) sekitar 52 persen,” kata Kepala Dindukcapil Banyumas Kartiman di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa.
    Menurut dia, pihaknya saat sekarang sedang menggarap akta kelahiran yang dibuat sebelum tahun 2012 karena belum masuk dalam SIAK.
    Dengan demikian, kata dia, akta kelahiran yang dibuat sebelum tahun 2012 bisa dikonversikan ke dalam SIAK.
    “Mudah-mudahan nantinya bisa mencapai di atas 70 persen,” katanya.
    Terkait upaya yang dilakukan Dindukcapil Banyumas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengurus akta kelahiran, dia mengatakan bahwa hal itu dilakukan melalui sosialisasi secara struktural di tingkat kecamatan termasuk jalur Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan seluruh komponen masyarakat.
    Bahkan, kata dia, layanan pembuatan akta kelahiran di Kabupaten Banyumas tidak hanya diberikan hingga tingkat kecamatan tetapi juga secara “jemput bola” ke desa-desa.
    “Kami juga bekerjasama dengan rumah sakit pemerintah maupun swasta dalam memberikan layanan akta kelahiran dengan menggunakan istilah ‘lahir jebrol’, yakni begitu ada bayi yang baru dilahirkan akan langsung dibuatkan akta kelahiran. Jadi, pihak rumah sakit yang mengurus dan berkoordinasi dengan kami, selanjutnya kami mengeluarkan akta kelahirannya,” kata Kartiman.
    Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa pihaknya juga terus menyosialisasikan kebijakan akta kelahiran anak hanya atas nama Si Ibu sepanjang tidak bisa menunjukkan surat nikah atau akta perkawinan orang tuanya.
    Menurut dia, anak seorang ibu pun tetap memiliki hak untuk mendapatkan akta kelahiran demi memenuhi persyaratan administrasi kependudukan maupun sekolah.
    “Di Banyumas ada satu-dua yang memanfaatkan kebijakan akta kelahiran anak hanya atas nama Si Ibu,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com