• Banjir Gorontalo 65 Persen Disuplai Sungai Bulango

    0

         Gorontalo, jurnalsumatra.com – Banjir yang terjadi di Kota Gorontalo sebesar 65 persen dipasok oleh luapan Bulango, salah satu sungai besar di daerah tersebut.
    Wali Kota Gorontalo Marten Taha, Senin mengatakan, dalam studi yang dilakukan, beroperasinya Kanal Tamalate-Bone hanya akan mengurangi banjir sebesar 30-35 persen di pusat Kota Gorontalo.
    “Ini berarti sisanya adalah sumbangan dari Sungai Bulango. Jadi tidak cukup hanya dengan mengandalkan kanal Tamalate-Bone, harus ada penanganan juga terhadap Sungai Bulango,” katanya di Gorontalo.

         Saat ini, kata dia, pihaknya sedang mengerjakan revitalisasi Sungai Bulango untuk menjawab ancaman banjir yang datang setiap musim penghujan.
    “Sekarang ada proyek Bulango River Approvment. Tahun ini kami meminta tambahan dana Rp330 miliar kepada pemerintah pusat untuk meneruskan pekerjannya. Kami sudah paparkan di Dirjen Cipta Karya beberapa waktu lalu,” imbuh Marten.
    Dana tersebut akan dibagi dua yakni Rp30 miliar untuk pembebasan lahan mulai dari jembatan A.R Koniyo sampai Jembatan Potanga,  sedangkan Rp300 miliar  untuk konstruksi dari Donggala, Siendeng hingga Jembatan Potanga.

         Ia menambahkan, meski luasan dan genangan air banjir berkurang, namun bencana tersebut masih menghantui warga Kota Gorontalo.
    Daerah Aliran Sungai (DAS) Bulango memiliki luas sebesar 52.494 hektare, dan sering meluap saat musim hujan tiba sehingga berdampak pada bagian hilir DAS yakni Kota Gorontalo.
    Berdasarkan penelitian Environmental Governance and Sustainable Livelihood Program (EGSLP) menyatakan adanya tingkat erosi di DAS Bulango cukup tinggi yakni 227,6 juta ton per tahun.
    Tingkat erosi tersebut juga menunjukkan nilai sedimentasi di DAS Bulango yakni 31,7 persen atau sekitar 68 juta ton per tahun.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com