• Anita Tolak BPJS Di Sumsel

    0
    Anita Tolak BPJS Di Sumsel

    Anita Tolak BPJS Di Sumsel

    Palembang, jurnalsumatra.com – Anggota DPRD Sumsel Anita Noeringhati secara tegas dan asumsi pribadinya menolak kehadiran BPJS dan sepakat dengan pemerintah Bali yang menolak adanya BPJS. Penegasan ini dikatakannya menjelang sidang paripurna persetujuan Lima Raperda Kamis (31/3/2016).

    Penolakan ini juga ditujukan terhadap kenaikan premi BPJS kesehatan. Secara gambling  Wakil ketua komisi V, RA Anita Noeringhati menolak kenaikan karena dinilai pelayanan belum maksimal dibandingkan kontribusi dan nilai kemanusia’an dalam memberikan kesehatan belum layak. “Sejak awal saya sudah menolak. Sakit itu tidak bisa ditunda,” katanya.

    Menurut Anita, sebelum menaikkan premi seharusnya BPJS Kesehatan melakukan perbaikan pelayanan terlebih dahulu. Apalagi, untuk berobat harus muter-muter rujukan dan rujukan. “Ribet sekali, saya sakit kepala harus rujukan dulu jika juga sakit pinggang, jadi harus bolak-balik. Bayangkan jika sakitnya parah, saya secara pribadi menolak sejak dulu,” tegasnya.

    Apalagi, kata politisi Golkar ini, tahun 2017 nanti program Jamkesmas (pusat) dan Jamsoskes Semesta (Provinsi) tidak lagi dianggarkan karena harus mensubsidi BPJS Kesehatan warga yang tidak mampu. “Saya menolak tapi tidak memiliki kekuatan untuk menolak, tapi secara politis akan kita awasi pelaksanaan dan pelayanannya, bahkan sampai ke pusat. Kalau masih belum maksimal, kita minta kembalikam lagi saja kepada program Jamkesmas dan Jamsoskes semesta,” ujarnya.

    Hal senada diungkapkan wakil ketua DPRD Sumsel, Nopran Marjani. Menurutnya, sebaiknya pemerintah menunda kenaikan premi BPJS sebelum meningkatkan pelayanan baik secara fasilitas maupun tindakan medis.

    “Coba lihat, banyak pasien operasi tertunda, pasien rujuk tak ada kamar dan lainnya. Seharusnya boleh naikkan tapi prasarana dan pelayana perbaiki dulu. Mereka menaikkan BPJS wajar, jika bagus. Tapi faktanya kurang, masyarakat banyak tertolak,” tegasnya.

    Diketahui, pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS kesehatan. Rinciannya, peserta Mandiri BPJS Kesehatan untuk kelas I dari Rp 59.500 menjadi Rp 80.000, kelas II dari Rp 42.500 menjadi Rp 51.000 dan kelas III dari Rp 25.500 menjadi Rp 30.000. (eka)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com