• Alokasi Pendamping Desa NTT Abaikan Topografi

    0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Kepala Bidang  Pemerintah Desa Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Frits Wungubelen menilai, alokasi pendamping lokal desa (PLD) untuk NTT, tidak mempertimbangkan topografi daerah itu, yang terdiri dari pulau-pulau.
    “Jumlah pendamping desa lokal untuk NTT tidak sampai 1.000 orang. Kalau dikaitkan dengan jumlah desa dan topografi daerah, memang tidak efektif,” kata Frits Wungubelen kepada Antara di Kupang, Rabu terkait pendamping lokal desa.
    Menurut dia, dengan alokasi PLD untuk NTT, yang tidak sampai 1.000 orang, maka setiap pendamping harus bekerja ekstra untuk tiga sampai empat desa.
    “Dalam usulan NTT, paling kurang dibutuhkan 1.294 orang pendamping, karena jumlah ada penambahan desa pada 2016, dan topografi daerah terdiri dari pulau-pulau, tetapi yang disetujui tidak sampai 1.000 orang,” katanya.
    Dia mengatakan sudah mengusulkan ke Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk meminta dilakukan revisi kembali kuota PLD untuk NTT.
    “Gubernur sudah mengajukan permohonan dipertimbangan kembali revisi pengurangan PLD supaya pendampingan di desa bisa berjalan efektif terkait topografi NTT,” katanya.
    RP1,8 triliun
    Dia menambahkan, dalam tahun 2016, NTT mendapat alolasikan dana desa sebesar Rp1,8 triliun atau mengalami kenaikan lebih dari 100 persen dari tahun 2015 lalu sebesar Rp812,8 miliar.
    Dana desa akan didistribusikan untuk 2.950 desa yang tersebar di 21 kabupaten, minus Kota Kupang.
    “Alokasi dana desa untuk NTT tahun 2016 ini ada meningkatkan cukup signifikan, dari Rp812,89 miliar tahun 2015 menjadi Rp1,8 triliun pada 2016,” katanya.
    Menurut dia, besaran alokasi tiap desapun mengalami peningkatan yakni sekitar Rp500 juta perdesa dari sebelumnya antara Rp200-250 juta per desa.
    Namun besarannya alokasi tiap desa tetap mengacu pada empat kriteria yang telah ditetapkan yakni geografis, jumlah penduduk, penduduk miskin dan luasan wilayah.
    Artinya, besaran alokasi yang diterima tiap desa berbeda karena tergantung pada empat kriteria ini, katanya menjelaskan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com