• Aliansi Masyarakat Darus Salam : Ritual saat GMT Sirik

    0
    Aliansi Masyarakat Darus Salam : Ritual saat GMT Sirik

    Aliansi Masyarakat Darus Salam : Ritual saat GMT Sirik

    Palembang, jurnalsumatra.com – Aliansi masyarakat Palembang Darusslam menolak adanya perayaan Gerhana Matahari Total (GMT) dengan diadakanya Ogoh ogoh,Ruatan dan arak arakan Dewi kwanim. Boleh saja prihal itu dilakukan namun jangan di kota palembang karena itu bertentangan dengan mayoritas pengat agama masyarakat kota palembang kata Ustadz Umar Said di tengah ratusan pendemo dihalaman kantor gubernur sumsel Senin, (7/3) “Kami menolak bentuk ritual yang akan dilakukan oleh panitia pelaksana, GMT Hawatir pemujaan dewa kwan in Ogoh ogoh dan Ruatan akan menimbulkan bencana di kota palembang seperti di mentawai, karena itu sirik.”kata Soleh

    Soleh juga mengatakan ritual -ritual itu silahkan dilakukan tapi jangan di kota palembang.Dia mencontohkan ritual Dwikwan in di pulau kemarau atau ogoh ogoh di daerah Tugumulio OKI karna di wilayah itu merupakan masyarakatnya menganut kepercaan itu

    Sementra itu dalam pers rilis Aliansi itu mengatakan aksi ini terjadi karna apa yang dilakukan pihak panitia GMT itu tidak mencerminkan budaya palembang darussalam

    “Jika memang fastival GMT adalah bagian dari promosi budaya dan menarik wisatawan ke sumsel seharusnya yang ditampilkan adalah budaya budaya yang mencerminkan budaya sumsel atau palembang darussalam.”Kata Tri Resta Yogias

    Sementara itu Assandi selaku kordinator aksi mengatakan Bagi umat muslim gerhana matahari merupakan bentuk ketakukan dan kuasa Allah SWT. Oleh sebab itu pada saat gerhana matahari diperintahkan untuk melakukan sholat gerhana dan memperbanyak zikir tidak melakukan aktifitas lain katanya.(Ibrahim)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com