• Ali Afandi : Empat Kali Adipura Bisa Adipura Kencana

    0

    Lahat, jurnalsumatra.com – Bukan jadi jaminan walaupun Lahat sudah kantongi Adipura empat kali berturut-turut, untuk menyabet Adipura Kencana, sebab, harus ada pengolahan sampah bertaraf Nasional.

    “Juga harus ada pendukung lainya, seperti, tidak ditemukan bekas-bekas pembakaran sampah, syarat utama bahwa TPA tidak boleh sistem pembuangan sampah terbuka, sudah dimiliki sanitasi dan field yang terbentuk,” ungkap Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Lahat, Drs H Ali Afandi MPdi, belum lama ini.

    Tidak itu saja, menurut lelaki berdarah jawa ini, juga harus memiliki bobot nilai lokasi Adipura meliputi, jalan (5), pasar (8), pertokoan (4), perkantoran (4), sekolah (6), terminal bus angkutan, pelabuhan atau sungai (5), stasiun KA (4), pelabuhan penumpang (3), bandara (3), RS (3), perairan terbuka (5), TPA (11), tempat wisata (7), pengolahan sampah (7), fasilitas pengolahan sekolah kota (10), hutan kota (5), taman kota (6).

    “Sedangkan untuk pendukung lainnya, mulai dari lokasi sanitasi dan field harus diaspal beton, ini menyangkut penilaian, tidak berlaku bagi kabupaten/kota apabila sistem pengolahan sampah terbuka,” ujarnya dengan santai.

    Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lahat, Nasrun Aswari SE MM mengingatkan, empat hari lagi sudah datang tim penilai, oleh sebab itu, titik pantau mesti dikelilingi sehingga sarana prasarana yang kurang dapat dibenahi atau ditambah.

    “Oleh sebab itu, instansi Pemerintah agar dapat diperhatikan, dimana, kurang lebih 20 titik pantau masuk dalam penilaian, berikan petunjuk dan siap dilihat,” ingat mantan Kepala BKD dan Diklat Lahat ini.

    Bukan itu saja, kata Nasrun, hal-hal kecil tapi menjadi penilaian yang besar, inilah mesti skala prioritas dalam menjaga kebersihan lingkungan dan partisipasi masyarakat, untuk membuang sampah pada tempatnya.

    “Untuk itu, harus menjadi perhatian kepada instansi seperti camat, lurah, TNI dalam membantu kebersihan setiap saat, tidak hanya ketika ada penilaian Piala Adipura semata, melainkan agar fleksibel di daerah masuk titik pantau,” ujar Sekda. (Din)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com