• Aldiron Kuasai Pasar Cinde

    0

    pasar cinde palembangPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Sejak tahun 2013 yang lalu direncanakan pembangunan Pasar Cinde Modern, kini secara resmi akan terealisasi pasalnya PT Aldiron Hero Group resmi mendapatkan penguasaan pembangunan serta pengembangan Pasar Cinde Modern dengan masa bangun guna serah atau built operate transfer (BOT) selama 30 tahun ke depan. Total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp350 miliar.

    Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin meminta kepada Aldiron agar bekerja cepat dalam merevitalisasi Pasar Cinde. Hal tersebut tidak terlepas dari target pembangunan jangka pendek Sumsel yang mengejar penyelenggaraan Asian Games 2018 mendatang.

    “Lokasi Pasar Cinde berada di pusat kota. Kami menargetkan enam bulan sebelum penyelenggaraan Asian Games, tidak ada lagi pembangunan di dalam kota,” tegasnya usai menandatangani perjanjian kerja sama BOT Pasar Modern Cinde dengan PT Aldiron Hero Grup di Griya Agung, Jumat (18/3/2016).

    Alex pun menekankan agar peletakan batu pertama sebagai penanda dimulainya pengerjaan dilakukan maksimal tiga bulan sejak penandatanganan kerja sama.

    Selain itu, Pasar Modern Cinde pun merupakan salah satu dari empat mal yang akan terintegrasi dengan jalur kereta cepat ringan atau light rail transit (LRT). Untuk itu, Alex meminta agar Aldiron berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya dengan PT Waskita Karya sebagai kontraktor LRT.

    “Betul-betul direncanakan dengan baik leveling skybridge yang langsung menghubungkan mal dengan stasiun LRT. Jangan jadi jeleng nyambungnya. Beruntung agak lambat (penandatanganan MoU-red) jadi bisa berkoordinasi dengan PT Waskita Karya untuk skybridge,” jelasnya.

    Sementara itu, Direktur Utama PT Aldiron Hero Group Atar Tarigan mengungkapkan, desain semula yang ditetapkan 12 lantai bisa berubah menjadi 15 lantai selama potensi pasarnya memungkinkan. Sebelumnya, jumlah investasi yang direncanakan pada 2013 yakni sebesar Rp225 miliar.

    Namun seiring dengan waktu, jumlah investasi serta potensinya pun bisa berkembang. Dengan pembangunan 15 lantai ini, pihaknya memperkirakan jumlah investasi yang dikucurkan mencapai Rp350 miliar.

    “Desain itu selalu dinamis hingga sebelum pengajuan perizinan. Hal Ini sedang kami pikirkan matang-matang, karena dari segi komersial, lantai atas itu bisa dikembangkan menjadi hotel, apartemen, dan lainnya. Adanya skybridge di sini pun menjadi nilai tambah,” ujarnya.

    Skybridge akan dibangun tepat di lantai tiga Pasar Modern Cinde yang nantinya menjadi area kuliner. “Posisinya ideal sekali bila disinergikan bisa saling menguntungkan, dan bisa memberikan kontribusi terhadap traffic pengunjung ke Pasar Cinde.

    Secara teknis, permintaan gubernur terkait groundbreaking yang harus dilakukan sebelum tiga bulan kedepan realistis. Pihaknya akan bekerja cepat dan berkordinasi dengan instansi terkait agar proses dapat dilaksanakan dengan lancar.

    Dalam waktu dekat, pihaknya segera melakukan sosialisasi terkait relokasi terhadap 450 pedagang di 877 kios/los yang ada saat ini di Pasar Cinde.

    Pihaknya pun menyiapkan tempat relokasi sementara di eks Cineplex dan di sekitar pembangunan Pasar Modern untuk alternatifnya.

    “Setelah selesai pembangunan dan siap digunakan, kami menjamin pedagang lama akan didahulukan untuk mendapat lapaknya kembali. Kami pun menjamin tidak akan menempatkan ritel-ritel besar di Pasar Cinde Modern yang berpotensi mematikan bisnis masyarakat yang sudah ada sejak lama di Pasar Cinde ini,” tandasnya.(yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com