• Akademisi: Sumbar Belum Fokus Kembangkan Pariwisata

    0

        Padang, jurnalsumatra.com – Akademisi Universitas Andalas (Unand)  Padang, Sari Lenggogeni menilai pemerintah daerah di Sumatera Barat belum fokus mengembangkan pariwisata karena belum dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) .
    “Perencanaan pembangunan  pariwisata di Sumbar nol, bahkan pada beberapa kabupaten dan kota belum ada yang memiliki rencana induk pengembangan,” kata dia di Padang, Senin.
    Ia menyampaikan hal itu pada diskusi publik Tantangan dan Potensi Sumbar di Era MEA diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Sumbar didukung Bank Mandiri dalam rangka peringatan hari pers nasional.
    Menurutnya kalau memang pemerintah daerah  ingin mengembangkan pariwisata harus dimulai dari perencanaan yang baik dan menjadi salah satu fokus pembangunan.
    Kemudian, ia melihat implementasi pemasaran pariwisata Sumbar belum terarah dibuktikan dengan jika ada yang menyelenggarakan suatu even maka yang hadir masyarakat setempat juga.
    Ia mengatakan selama ini kalau ada yang menggelar agenda wisata promosinya belum tepat dan saluran media yang digunakan juga kurang pas.
    “Kalau ada agenda internasional pakai saluran media internasional, gunakan digital marketing,” katanya.
    Pada sisi lain ia melihat pemberdayaan lingkungan dalam pengembangan pariwisata juga masih rendah sehingga tak jarang objek wisata malah menjadi rusak oleh pengunjung.
    “Misalnya ketika wisatawan  diajak menyelam yang ada malah terumbu karang jadi hancur,” lanjutnya.
    Kemudian, pengukuran dampak ekonomi pariwisata yang masih belum terdata dengan jelas sehingga tidak diketahui berapa perputaran uang dan manfaat ekonomi lainnya.
    Pada sisi lain ia menyarankan  masing-masing daerah yang mengembangkan pariwisata harus bersinergi satu dengan yang lainnya saat menggelar agenda.
    “Ketika Kabupaten Mentawai menggelar Festival Pesona Mentawai dapat kerja sama dengan Padang sehingga saat turis datang disuguhkan agenda dulu di Padang baru berangkat ke Mentawai,” katanya.
    Berikutnya dalam mengembangkan pariwisata masing-masing daerah harus mengembangkan keunikan dan kekhasan masing-masing sehingga tidak ada yang sama.
    Dia mencontohkan, kalau ada daerah yang membangun “water boom”  daerah lain jangan membuat hal serupa karena pasarnya sama sehingga pada akhirnya tidak berkembang.
    Ia menambahkan empat kategori wisata yang dapat dikembangkan di Sumbar adalah wisata bahari, budaya, buatan manusia, dan ekowisata.
    Sementara  Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengemukakan pemerintah provinsi  perlu mematangkan  rencana pengembangan pariwisata agar jelas seperti apa target yang hendak dicapai.
    “Salah satunya potensi yang dimiliki Sumbar menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN  adalah pariwisata, ternyata perencanaannya selama ini belum matang, ujarnya.
    Menurut Nasrul dari 10 kabupaten dan kota yang mengembangkan pariwisata selama ini belum ada keterkaitan satu sama lain serta perencanaan yang matang.
    Belum ada tata ruang yang siap dibangun, kajian Amdal hingga rencana pembangunan yang detil, jadi semua masih mentah dan belum siap, katanya.
    Padahal menurutnya pariwisata merupakan salah satu potensi ekonomi yang cukup besar di Sumbar ke depan.
    “Oleh sebab itu karena belum siap, provinsi akan mencoba mempersatukan seluruh potensi pariwisata lokal yang ada,” tambahnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com