• Aceh Barat Adakan Musrenbang Perempuan Dan Disabilitas

    0

    Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh melaksanakan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) yang perempuan, anak dan disabilitas dalam upaya meningkatkan pengarustamaan gender.
    Bupati Aceh Barat H T Alaidinsyah di Meulaboh, Rabu, mengatakan, kegiatan perdana tersebut diharapkan mampu menyerap semua aspirasi semua lapisan masyarakat untuk mengakomodir semua rencana aksi daerah dalam pengarustamaan gender.
    “Selama ini terakomodir, tapi kurang maksimal, jadi kegiatan hari ini untuk memaksimalkan peran mereka perempuan, anak dan disabilitas dalam penerima manfaat pembangunan  baik dana APBK, APBA dan APBN,” katanya.
    Pernyataan tersebut disampaikan usai membuka acara Musrenbang perempuan, anak dan disabilitas yang dihadiri ribuan peserta dari anak-anak, perempuan dan penyandang disabilitas serta unsur Forkopimda Aceh Barat.
    Teuku Alaidinsyah menyebutkan, pada rencana program kerja daerah tahun 2017 diharapkan semua aspirasi masyarakat dapat direalisasi secara bertahap, terutama adalah dalam pemenuhan daripada kebutuhan mereka.
    Semua aspirasi yang disampaikan dalam forum Rencana Kerja  Pembangunan Daerah (RKPD) 2017 Aceh Barat itu akan dikumpulkan semua aspirasi anak-anak, perempuan dan disabilitas yang kemudian disusun perencanaan pembangunan yang lebih terarah.
    Kata dia, hingga kini persentase partisipatif gender dalam Musrenbang baru tercapai 36 persen, artinya kondisi tersebut tetap berpengaruh terhadap pembangunan daerah untuk tahun selanjutnya, karena itu tingkat partisipasi gender harus lebih dimaksimalkan.
    “Untuk petunjuk teknis kerja 2016 kita sudah siap, program kerja sudah terukur antara tingkat kabupaten dan desa. Untuk dana pusat kita fokuskan pada posyandu dan kesehatan anak-anak, dua itu menjadi perhatian utama,” sebutnya.
    Lebih lanjut dikatakan, program prioritas yang digambarkan seperti menyediakan tempat menyusui pada kantor pemerintahan maupun lembaga tempat kaum perempuan bekerja, karena sampai saat ini komposisi perempuan sebagai pegawai hampir mendominasi.
    Kemudian mengupayakan segera membangun ruang terbuka hijau untuk anak bermain telah menjadi program prioritas serta menyediakan eradigitalisasi pelajar yang belum tersedia maksimal terkecuali hanya pada kawasan masuk zona pendidikan.
    Selain itu dirinya juga memastikan, untuk penyandang disabilitas dan anak-anak terlantar akan disediakannya tempat khusus dan menyertakan program pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber dana yang tersedia.
    “Karena itu hari ini merupakan kelanjutan dari program yang sudah ada, karena ada yang belum terserap dan diupayakan pada 2017. Dalam program ini juga sinergi dengan pembangunan dana desa,” katanya menambahkan.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com