• 600 Pelajar Ikut Kemah Pramuka Titik Kulminasi

    0

         Lubuk Sikaping, jurnalsumatra.com – Sebanyak 800 pelajar di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengikuti kemah pramuka untuk memperingati titik kulminasi yang terjadi dua kali setahun.
    Wakil Sekretaris Kuarcab Pramuka 0308 Pasaman Muslim Munir di Lubuk Sikaping, Senin mengatakan kegiatan kemah pramuka ini merupakan rangkaian dari acara titik kulminasi yang sekaligus seleksi untuk Jambore Nasional yang akan dilaksanakan pada Agustus 2016, di Cibubur, Jakarta.
    “Dengan kegiatan ini diharapkan dapat mendorong karakter kebangsaan, sebab pramuka dinilai dapat membangun manusia yang memiliki karakter serta watak kuat, tidak hanya cerdas serta menguasai ilmu pengetahuan akan tetapi juga generasi muda yang tangguh, serta berbudi pekerti, hingga dapat menjunjung persatuan dan kesatuan,” kata Muslim.
    Ia menambahkan sebanyak 600 peserta kegiatan perkemahan di Kecamatan Bonjol tersebut, terdiri dari pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menangah Pertama (SMP), dan MTSN.
    Dalam kegiatan tersebut, pelajar yang ikut akan mengikuti perlombaan mulai dari kegiatan baris berbaris, tata upacara, tapak perkemahan, tata upaca penggalang, hingga pentas seni, dan kegiatan kepramukaan lainnya.
    Tujuan utama pelaksanaan kegiatan tersebut adalah untuk memupuk kedisiplinan generasi muda, tanggungjawab, tenggangrasa, sehingga rasa kecintaan tergadap bangsa akan tertanam pada jiwa mereka.
    Sementara itu, terkait peringkatan titik kulminasi yang akan dibuka oleh Bupati Pasaman,Yusuf Lubis selain kemah pramuka tersebut, Pemkab Pasaman juga mengundang pejabat dari Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, terkait adanya kedekatan kedua daerah, karena adanya makam pahlawan nasional asal Bonjol, yang dimakamkan di Minahasa.
    Sehubungan dengan itu, peringatan titik kulminasi yang dipusatkan di Museum Tuanku Imam Bonjol selama lima hari, 19 Maret sampai 24 Maret 2016, dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan. Pemerintah setempat akan menggratiskan tiket masuk ke dalam lokasi objek wisata tugu Equator di Bonjol.
    “Kami gratiskan masuk ke lokasi titik kulminasi yang bertempat di Kecamatan Bonjol, dimana pada hari biasa untuk masuk ke objek wisata tugu Equator orang dewasa dipungut biaya Rp2.500 dan anak-anak Rp1.500,” kata Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Pasaman, Herlinda.
    Pasaman sendiri merupakan lima titik daerah yang dilintasi Khatulistiwa, yang terdapat di Kabupaten Bonjol, selain Raja Empat di Pulau Kawe Papua Barat, Desa Khatulistiwa Kecamatan Tinombo Selatan Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah, Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara, Pontianak Kalimantan Barat.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com