• Warga Sungai Cambai Minta Polres Mediasi Konflik

    0

    Mesuji, Lampung, jurnalsumatra.com – Warga Desa Sungai Cambai, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, yang berbatasan dengan Sumatera Selatan meminta Polres Mesuji memediasi upaya penyelesaian konflik yang memanas antara masyarakat dan PT Prima Alumga.
    Menanggapi permintaan itu, Kapolres Mesuji AKBP Purwanto Fuji Sutan SSIK, di Mesuji, Sabtu, secara tegas menyatakan pihaknya akan tetap melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum yang terjadi di daerah itu.
    Namun, Kapolres meminta kepada masyarakat untuk dapat menahan diri hingga proses penyelesaian sengketa dituntaskan.
    “Jangan membuat tindakan yang memaksa kami menangkap kalian. Hak guna usaha adalah hak mutlak perusahan, jika itu dikembalikan, tentu ke negara, bukan ke perseorangan. Kami akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah dan perusahaan,” ujar Kapolres Mesuji itu lagi.
    Kapolres juga mengultimatum kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di lingkungan perusahaan.
    Tongli, wakil masyarakat setempat, bersama sekitar 70 warga datang ke Mapolres Mesuji, Jumat (19/2), mengadukan ke Polres Mesuji bahwa perusahaan itu telah mengingkari janji kepada masyarakat sesuai dengan kesepakatan pada pertemuan 2 Juli 2015 silam.
    “Masyarakat terus dibiarkan tidak ada kepastian, ini yang membuat kami gerah. Sedangkan kami terus dipaksa untuk berdiam diri,” ujar Tongli di Mapolres Mesuji.
    Kapolres Mesuji, atas permintaan masyarakat itu, menyatakan bila warga sudah menyerahkan persoalan itu untuk ditangani kepolisian, hendaknya dapat memberi waktu.
    “Jika hingga saat ini masih ada masyarakat yang masuk wilayah perusahaan, kami akan langsung tangkap. Ini sudah menjadi kesepakatan bersama,” ujarnya lagi.
    Lebih lanjut, Kapolres meminta semua tokoh masyarakat untuk menjaga situasi di masing-masing desa agar kondusif.
    “Jangan membuat situasi di desa tidak nyaman. Mari bergerak bersama sama untuk menciptakan situasi yang kondusif. Bekerja sama dengan Polri, TNI, juga pemerintah daerah untuk situasi yang aman dan nyaman,” lanjut dia.
    Setelah mendengarkan pemaparan Kapolres, masyarakat akhirnya membubarkan diri dengan tertib.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com