• Wagub: Dinas ESDM Segera Tertibkan Tambang Ilegal

    0

         Painan, jurnalsumatra.com – Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM) segera menertibkan aktivitas galian C dan penambangan pasir tanpa izin.
    Nasrul Abit ketika dihubungi di Padang, Jumat, menegaskan Dinas ESDM seluruh kabupaten/kota harus segera meninjau penambangan pasir dan galian yang tidak mengantongi izin.
    “Saya segera akan menyurati Dinas ESDM Provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan penindakkan. Sebab, kegiatan yang dilakukannya itu dinilai memiliki dampak negatif yang sangat luas,” katanya.
    Ia menyebutkan, sebagian besar penambangan pasir dan galian C tidak mematuhi aturan dan ketentuan yang berlaku. Akibatnya, memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, sehingga memicu terjadinya bencana alam.
    Padahal, katanya, Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral, Batubara dan Panas Bumi (Minerba-Pabum) menegaskan, jarak minimal kegiatan penambangan pasir minimal 500 meter dari tiang jembatan.
    Sementara, Kepala Dinas Kehutanan Energi dan Sumber Daya Mineral Pesisir Selatan, Mazwar Dedi, mengakui banyaknya laporan masyarakat terkait aksi penambangan pasir dan galian C ilegal di daerah ini.
    Beberapa diantaranya terjadi di Surantih Kecamatan Sutera dan Painan Timur Kecamatan IV Jurai.
    Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP guna pengecekkan ke lokasi aktivitas.
    “Namun di lain sisi, sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014, penertiban izin dan penertiban penambangan kini merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Jadi, kami tinggal menunggu rekomendasi penindakkan terlebih dahulu,” tuturnya.
    Dihubungi secara terpisah, Ketua Pemuda Lubuk Batu, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan mengeluhkan bebasnya aktivitas tambang pasir ilegal yang menggunakan alat hisap pasir di nagarinya.
    Ia menyebutkan, sejumlah surat yang dikirimkannya pada pemerintah daerah hingga kini belum mendapatkan respon positif.
    Aktivitas itu, katanya, kian meresahkan warga yang dinilai dapat mengancam kehidupan mereka. Bahkan, dalam waktu dekat jika tidak ada upaya penertiban, warga bakal melakukan aksi massa guna melakukan penertiban.
    “Karena mereka pun sudah mengadu ke mana-mana, tapi tidak pernah menuai hasil,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com