• Tol Palindra Baru 11,26 persen

    0

    PALEMBANG, jurnalsumatra.com – PT Hutama Karya sebagai BUMN yang bertugas dalam kontruksi ruas tol Palindra tersebut mencatat pada 2018 dipastikan tol tersebut sudah bisa beroperasi. “Kita targetkan kontruksi hanya dua tahun. 2017 nanti diupayakan kelar dan 2018 sudah bisa operasi,” ucap Manager Umum Pembangunan Tol Palindra PT Hutama Karya, A Darius disela media gathering BBPJN III dengan media, Kamis (25/2).

    Sejak dilaunching April 2015 lalu, kini pembangunan ruas tol Palembang-Indralaya (Palindra) terus dikebut. Saat ini, tercatat tol sepanjang 22 km itu sudah mencapai 11,26 persen.

    Pihaknya mencatat saat ini untuk SP2LP sudah dilakukan sejak 2013 dan feasibility studi ruas tol Palindra kelar pada 2009. Amdal-nya juga sudah dilakukan pada 2013, sementara untuk DED masih proses.

    “Untuk pembebasan lahan belum seluruhnya selesai. Progres keseluruhan pembebasan lahan baru 71,3 persen,” terang dia.

    Ia menuturkan, nantinya bakal ada dua pintu keluar tol Palindra. Yakni pintu keluar akses Pemulutan dan pintu keluar akses KTM Rambutan. Untuk fisik, kata Darius, pihaknya sudah lakukan pekerjaan secara acak.

    Hal itu disesuaikan dengan lokasi yang sudah dibebaskan lahannya. “Yang jelas kita sinergis dengan PPTK Pembebasan Lahan,” ucapnya.

    Untuk teknis pembangunan tol Palindra itu, pihaknya mengerjakan dengan sistem vacuum. Sebab, rata-rata kawasan yang akan dilewati tol itu adalah rawa. “Setelah di sedot dan di vacuum. Langsung dikerjakan kontruksinya,” cetus Darius.

    Ketua PPTK Pembebasan Lahan Balai Besar Pelaksana Jalan Negara Wilayah III Adi Rosadi ST MT menyebutkan, saat ini lahan yang sudah bebas baru sekitar 71,3 persen dari 22 km.

    Menurutnya, pembebasan lahan dikarenakan banyak faktor, yakni karena lahan yang digunakan sebagian tidak setuju dengan besaran yang ditetapkan KJPP (konsultan jasa penilai publik).

    “Tapi yang paling banyak itu lahan yang sengketa. Dalam satu lahan ada lebih dari dua hingga tiga pemilik. Kita bingung mau kasih uangnya kesiapa. Karenanya diserahkan ke pengadilan saja,” jelasnya.

    Sistem yang dipakai adalah konsinyuasi di Pengadilan Negeri Sumsel. “Selagi masih tahap konsinyuasi kita tetap jalankan pembangunan. Nanti pengadilan yang memutuskan terkait dana pembebasan lahan jatuh ke siapa,” ucap Adi.

    Kepala BBPJN Wilayah III Thomas Setiabudi Aden menjelaskan, pembangunan tol Palindra dilakukan demi memperlancar transportasi baik dari Palembang dan Indralaya. Hal itu sesuai dengan PP No 26/2008 dan Perpres No 13/2012 serta Kepmen PU No 567/2010.

    “Kita targetkan sebelum Asian Games, semua kontruksi selesai. Dan sudah bisa dilewati. Bahkan untuk seksi I (Palembang-Rambutan) diupayakan sudah bisa dilewati pada 2017,” jelasnya.

    Tak hanya konsen pada pembangunan ruas tol Palindra, pihaknya juga memiliki banyak proyek di 2016 ini. Diantaranya pembangunan Jembatan Musi IV dengan panjang 312 meter dan lebar jembatan 12 meter.

    Lokasinya yakni dari Seberang Ilir di Jalan Slamet Riyadi Kec IT 2 hingga Seberang Ulu di Jalan A Yani Kec SU II. Juga ada pembangunan jalan tol Pematang Panggang dengan panjang 82 km yang ditarget selesai 2018 dan tol Kayu Agung-Palembang-Betung sepanjang 90 km.

    “Tahun ini kita dianggarkan Rp3,02 T untuk Sumsel, Babel, Bengkulu, dan Lampung. Khusus Sumsel ada Rp1,02 T,” beber dia.

    Rinciannya untuk pemeliharaan rutin jalan sepanjang 3.850 km dan jembatan 26.539 m. Pemeliharaan berkala jalan sepanjang 83,92 km dan jembatan 5.517 m. Juga ada rekonstruksi atau peningkatan struktur jalan sepanjang 86,92 km.

    “Pelebaran jalan juga ada 133,67 km. Pembangunan jalan 7 km dan pembangunan jembatan baru 925,2 m. Kita juga pembangunan flyover 628,5 m,” beber dia.

    BBPJN Wilayah III juga bakal membangun flyover Keramasan selama dua tahun yakni 2016-2017 dengan panjang total 650 meter. Lalu ada pembangunan flyover Simpang Bandara-TAA sepanjang 460,74 meter.

    “Juga ditarget dua tahun selesai. Sementara flyover Simpang Bandara bakal direncanakan dilakukan feability studi 2017 nanti,” tukasnya.

    Diluar Palembang, pihaknya juga bakal membangun flyover di Gelumbang dan flyover Bantaian. Total panjang 28,5 meter dengan kontruksi pada 2016 ini hingga 2018 mendatang.

    “Kita juga bakal bangun jembatan Lematang Indah dengan panjang 160 meter girder ditambah 360 meter. Untuk Cable stayed bakal dibangun 520 meter. Nah lebar jembatan 14,3 meter,” ungkap dia.

    Sementara itu Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengungkapkan, pada 1 Maret mendatang, Presiden Joko Widodo direncanakan akan berkunjung ke Palembang. Tujuan utamanya untuk melihat perkembangan pembangunan tol Palindra. “Direncanakan Presiden juga bakal meninjau LRT di Palembang,” ungkapnya. (yuyun)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com