• TKI Deportasi Mengaku Edarkan Sabu Desakan Ekonomi

    0

    Nunukan, jurnalsumatra.com – Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi oleh Pemerintah Kerajaan Malaysia ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (19/2) malam, mengaku menjadi pengedar narkoba jenis sabu karena desakan ekonomi.
    “Saya menjadi pengedar sabu di Tawau (Malaysia) karena membutuhkan banyak uang untuk kebutuhan orangtua dan saudara angkat,” kata Sukma Nurhikma Jhon (19) saat ditemui di rumah susun (rusun) tempat penampungannya di Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Sabtu.
    Ia menerangkan, menjadi pengedar sabu sejak setahun lalu atas sepengetahuan suaminya bernama Herman yang juga berprofesi sebagai bandar besar sabu di Tawau.
    “Suami saya bernama Herman juga pengedar dan bandar besar sabu di Tawau. Tapi sekarang sudah ditangkap dan di penjara,” ungkap Sukma Nurhikma.
    Tertangkap aparat kepolisian negeri jiran atas kasus pengedar barang haram tersebut karena suaminya menjadi daftar pencarian orang (DPO) sehingga harus mendekam dalam penjara Tawau selama delapan bulan.
    Namun dia tegaskan, meskipun menjadi pengedar sabu di negara tetangga tetapi tidak pernah mengonsumsi sedikit pun yang dibuktikan tes urinenya dinyatakan negatif oleh aparat kepolisian setempat.
    Sukma Nurhikma yang lahir di Kota Parepare, Sulsel ini mengaku, telah 15 tahun berada di Negeri Sabah, Malaysia dan selama ini bekerja di panti pijat Batu 2 Tawau dengan penghasilan sebesar 2.000 ringgit per bulan atau setara Rp6.000.000 per bulan dengan kurs Rp3.000.
    Ia mengungkapkan, penghasilannya sebagai karyawan panti pijak di Tawau tidak mencukupi kebutuhannya bersama saudara dan orangtua angkatnya sehingga terpaksa mencari pekerjaan tambahan dengan mengedarkan sabu secara online.
    Perempuan yang telah memiliki seorang anak dan telah diceraikan suaminya ketika menjalani hukumannya di penjara Tawau mengaku hasil penjualan sabu mampu meraup keuntungan hingga 5.000 ringgit dengan pelanggan sebagian besar warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di negara itu.
    Dia juga menyebutkan sabu yang diedarkan diperoleh dari warga negara Filipina yang juga pemasok untuk suaminya dengan harga yang cukup terjangkau.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com