• TKI Deportasi Keluhkan Air Bersih Di Penampungan

    0

    Nunukan, jurnalsumatra.com – Tenaga kerja Indonesia (TKI) deportasi mengeluhkan ketiadaan air bersih di rumah susun (rusun) tempat penampungan Poros Sentra Pelatihan dan Pemberdayaan Daerah Perbatasan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
    Fransiska Jaya, seorang TKI deportasi di Nunukan, Sabtu, menyayangkan rusun tempatnya ditampung yang ditempatinya tidak tersedia air bersih untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian maupun kebutuhan lainnya.
    “Tidak ada air pak jadi kami semua (TKI) belum mandi,” ujar Fransiska Jaya, TKI dideportasi pemerintah Negeri Sabah, Malaysia, Jumat (19/2) malam yang dibenarkan sejumlah rekan-rekannya sesama TKI deportasi.
    Ia mengharapkan, selama ditampung di rusun tersebut air bersih disediakan untuk kebutuhan siang malam agar tidak kesulitan saat mandi maupun buang air setiap waktu.
    Hal yang sama diutarakan, Sukma Nurhikma Jhon, TKI deportasi lainnya mengeluhkan pula tidak adanya air bersih yang disediakan sementara setiap saat membutuhkannya.
    Namun kebutuhan lainnya seperti makanan, tempat tidur dan fasilitas lainnya, kata keduanya, cukup baik dibandingkan yang diperoleh selama menjalani hukuman di pusat tahanan sementara (PTS) Tawau, Malaysia.
    “Kalau makanan, tempat tidur dan lain-lainnya cukup bagus. Yang kurang hanya air bersih saja pak,” sebut TKI deportasi sekaligus mempertanyakan batas waktu keberadaannya di penampungan tersebut.
    Pantauan di rusun penampungan TKI deportasi di Jalan Ujang Dewa tepatnya belakang kantor gabungan dinas I Kabupaten Nunukan ini, mobil tangki air baru tiba sekitar pukul 11.00 wita yang langsung disalurkan ke bak penampungan yang telah disediakan sebelumnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com