• Sunshino Band Khusus Band Enterteint The Café

    0

    Palembang, jurnalsumatra.com – Band yang terbentuk sejak 2010 terdiri dari 7 personil anak-anak Bandung, yang tergabung atas dasar kesamaan hobby dan profesi yang sama, sampai saat ini tetap eksis walaupun beberapa kali ganti personil yang mengkhususkan band nya hanya untuk band dari club ke club di Indonesia.

    Band ini dibincangi jurnalsumatra.com di tempat hiburan fheVenus Luxury Club & KTV Palembang yang mendapat penganugerahan/penghargaan rangking pertama sebagai pelaku jasa usaha pawisata tahun 2015, dari pemerintah kota Palembang lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang.

    “Band Sunshino terbentuk pada tahun 2010 yang terdiri dari Derry, saya sendiri selaku leader yang memainkan alat guitar, Medi (keyboard, Riki (drum), Deden (bass), Santi dan Shany (female vocal) dan Aboo (male vocal) serta Nuna (female vocal/additional) yang semuanya dari Bandung kecuali Aboo (male vocal) dari Kota Malang” jelas Derry mengenalkan para personil band nya.

    Pertama kali Band ini tampil diluar kota, di D’New Surya Café Lombok dan beberapa tempat lainnya, seperti Balikpapan, Pekanbaru. Gorontalo, Tanjung Pinang, Batam dan Kota Palembang di theVenus untuk pertama kalinya.

    Diakuinya, bandnya mulai terbentuk dari 2011 di Bandung sampai dengan tahun 2016, sudah beberapa kali ganti personil dan personil pertama kalinya Derry (guitar), Boy (keyboard), Dian (bass), Beni (drum), Santi, Shany dan Nita (female vocal) serta Kevin (male vocal).

    Menurutnya, Sunshino band hanya sebatas band entertaint, tidak memfokuskan ke jalur recording, tetapi ada personil yang pernah recording yaitu Derry tergabung dengan band D’Flow asal Bandung pernah meriliss satu album di tahun 2009 sebelum terbentuk band Sunshino. Dan semua personil band ini mempunyai pendidikan perguruan tinggi juga pernah mengenyam universitas tapi tidak selesai, kecuali Shany yang sampai selesai meraih sarjana Ekonomi.

    Lebih lanjut dikatakannya, dari kami semua, hanya Santi yang sebelumnya pernah main di Center Stage Palembang, selebihnya baru kali ini mengujungi Kota Palembang, kami semua senang bisa ke Palembang, soalnya kami juga belum pernah sama sekali ke Palembang,

    “Sesampai di Palembang yang ingin pertama kali kami kunjungi Jembatan Ampera, karena kami enggak mau hanya Cuma melihat dari Televisi saja, karena Jembatan Amperakan termasuk Jembatan tua di Indonesia” pungkasnya mengakhiri obrolan kami. (edchan)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com