• Sengketa Mesuji-Tulangbawang Dilaporkan Kepada Gubernur

    0

        Mesuji, Lampung, jurnalsumatra.com – Persoalan tapal batas antara Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulangbawang di Kecamatan Rawajitu Utara dan Rawajitu Timur segera dilaporkan kepada Gubernur Lampung.
    “Pemkab Tulangbawang akan melaporkan permasalahan tapal batas dengan Kabupaten Mesuji itu ke Polda Lampung dan Gubernur Lampung, dan lahan tersebut diklaim masuk wilayah Kabupaten Tulangbawang,” kata Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kabupaten Mesuji, Gunarso, di Mesuji, Kamis.
    Tapal batas yang masih dipermasalahkan itu berada di Desa Minakjebi, Dipasena Makmur, dan Desa Sidang Muarajaya di kawasan Bumi Dipasena Abadi.
    Secara administrasi wilayah tersebut didiami oleh warga yang berdomisili di Kabupaten Mesuji.
    Menurut Gunarso, saat itu masyarakat pada tiga desa tersebut kebingungan karena tidak memiliki legalitas, sehingga akhirnya mereka mendatangi Kabupaten Mesuji untuk meminta bukti domisili seperti KTP, kartu keluarga (KK), dan lainnya.
    Setelah itu, setiap program dan kegiatan masih menginduk ke Pemkab Mesuji, seperti pembuatan sarana prasarana dan lainnya yang berasal dari APBD Mesuji, serta masyarakat di wilayah itu pun telah mengikuti pemilihan kepala desa dan pemilihan lainnya sesuai aturan Pemkab Mesuji.
    “Jika memang wilayah itu masuk ke Kabupaten Tulangbawang, ya kami harus mematuhinya,” ujar Gunarso lagi.
    Menurut dia, Pemkab Mesuji tidak menyatakan telah mengklaim wilayah tersebut, melainkan hanya melaksanakan undang-undang serta menjalankan amanat untuk mengayomi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
    “Apalagi warga yang mendiami perbatasan tersebut telah datang ke Pemkab Mesuji untuk meminta solusinya,” ujar dia.
    Pihaknya masih menunggu instruksi dari Pemprov Lampung sesuai ketentuan Permendagri Nomor 76 Tahun 2012 tentang peralihan hak penuh atas sengketa agraria kawasan perbatasan dengan Kabupaten Tulangbawang itu, ujar Gunarso lagi.
    Berkaitan tiga kampung (Kampung Dipasena Makmur, Sidang Muarajaya, dan Bumi Dipasena Abadi) di wilayah Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulangbawang diklaim masuk wilayah Kabupaten Mesuji itu, diprotes keras Pemkab Tulangbawang.
    “Ini sudah tidak benar, kok bisa kampung yang sudah jelas-jelas masuk wilayah kabupaten induk bisa diakui kabupaten pemekaran,” ujar Hanan Rozak, Bupati Tulangbawang.
    Terkait masalah tersebut, kata dia, Pemkab setempat telah melayangkan protes kepada Pemprov Lampung, dan melaporkan ke Polda Lampung dan menyampaikannya pula ke Pemkab Mesuji.
    “Tiga kampung yang diklaim itu juga sudah dipasang plang masuk Kampung Sungai Sidang Kecamatan Rawajitu Utara, Mesuji,” kata dia lagi.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com