• Sekolah Harus Paham Cara Mengelola Krisis

    0

        Jakarta, jurnalsumatra.com – Praktisi kehumasan Dian Agustine Nuriman mengatakan saat ini fungsi humas di sekolah masih terabaikan dikarenakan posisinya yang dinilai kurang penting, padahal saat krisis terjadi maka peran humas menjadi sangat penting.
    “Saat ini yang terjadi sekolah menempatkan humas secara mendadak, padahal ketika terjadi krisis di sekolah, individu yang menjadi humas tidak saja harus paham berkomunikasi, namun harus mengerti kondisi sekolah dengan sangat baik,” ujar Direktur Nagaru Communications itu dalam seminar “Peran Humas Sekolah dalam membangun Citra dan Mengatasi Krisis di Sekolah” yang digelar Universitas Darma Persada, di Jakarta, Rabu.

        Pemahaman terhadap suatu krisis yang tidak ditangani secara terbuka akan berakibat buruk pada institusi yang bersangkutan. Umumnya, institusi tanpa pemahaman komunikasi yang baik umumnya akan berusaha menutupi krisis yang melandanya, atau berupaya menanganinya secara tertutup yang akibatnya justru akan mengundang lebih banyak kecaman.
    Sebaliknya, apabila suatu institusi mampu mengatasi krisis yang melanda dengan baik secara terbuka, mampu menerima kritikan yang dituju kepada institusi dengan lapang dada, kemudian berusaha mencari jalan keluar atas permasalahan yang terjadi, maka institusi tersebut akan lebih mudah mendapatkan kembali kepercayaan publik.
    Dia memberi contoh kondisi krisis yang terjadi di institusi pendidikan seperti siswa yang mengalami kecelakaan, bencana, keracunan massal, kesurupan, guru bunuh diri hingga aksi kekerasan berujung kematian di sekolah.

        “Tanpa pernah mempersiapkan institusi sekolah dengan kondisi-kondisi yang hadir mendadak, maka akan menyebabkan kepanikan dan menimbulkan tindakan tak terarah yang memperburuk kondisi yang ada,” terang dia.
    Untuk itu, menurut dia, diperlukan pelatihan dalam mengelola guru, siswa hingga staf menghadapi kemungkinan krisis yang akan terjadi. Termasuk bagaimana pihak sekolah menghadapi media secara cerdas sehingga tidak memperburuk situasi.
    Rektor Universitas Darma Persada, Dadang Solihin mengatakan seminar yang digelar itu bertujuan untuk memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi institusi pendidikan yang kompleks terkait komunikasi dan bisnis pendidikan di tengah masyarakat.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com