• Satpol PP Dilematis Tertibkan PKL Kota Wates

    0

        Kulon Progo, jurnalsumatra.com – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dilematis menertibkan pedagang kali lima di Kota Wates, khususnya yang berjualan di trotoar.
    Kepala Seksi Ketertiban Umum dan Kenteraman Masyarakat Satpol PP Kulon Progo Sartono di Kulon Progo, Senin, mengatakan persoalan penertiban pedagang kaki lima (PKL) lebih rumit dibandingkan penertiban lainnya.
    “Kami terkadang dilema menertiban PKL. Kalau mereka ditertibkan, mereka harus cari makan di mana dan lokasi relokasinya di mana lagi,” kata Sartono.
    Ia mengatakan atas pertimbangan kemanusiaan, PKL diberikan toleransi tetap berjualan dengan syarat tidak boleh mendirikan lapak permanen.
    Mereka memanfaatkan ruang publik yang lokasinya strategis, seperti  menggunakan trotoar. Akibatnya, para pejalan kaki tidak bisa memanfaatkan trotoar sesuai fungsi utamanya secara optimal.
    Aktivitas jual beli yang berlangsung juga bisa mengganggu kelancaran lalu lintas dan keindahan kota.
    “Meski demikian, PKL yang lapaknya mengganggu ketertiban umum, tetap kami beri peringatan dan tindak bila sudah keterlaluan,” katanya.
    Sartono mengatakan penertiban PKL yang cukup sulit yakni menertibkan PKL musiman. Mereka berjualan ke sana dan ke sini, seperti di kawasan SDN 4 Wates.
    “Pedagang yang saat ini berjualan durian tersebut dianggap keras kepala dan tidak bersedia ditertibkan. Mereka bahkan menemui bupati melalui forum Kamisan dan meminta izin untuk menempati trotoar,” katanya.
    Akhirnya, kata dia, mereka diperbolehkan tetap berjualan di fasilitas publik tersebut meski dengan sejumlah persyaratan.
    Ketua Komisi IV DPRD Kulon Progo Muhtarom Asrori meminta Satpol PP tidak menertibkan PKL di sekitar Kota Wates. Mereka adalah penggerak ekonomi kecil di Kulon Progo, tanpa mereka kegiatan ekonomi Kota Wates akan lumpuh.
    “Kalau mereka melanggar diingatkan dengan baik, jangan diusir. Mereka hanya mencari makan untuk keluarga,” kata Muhtarom.
    Menurut dia, Satpol PP memiliki tugas yang berat seperti menertibkan tempat hiburan malam yang tidak berizin.
    “Seharusnya penertiban tempat hiburan malam lebih difokuskan dibandingkan menertibkan PKL yang menghidupkan perekonomian masyarakat kecil,” katanya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com