• Satlantas Tepis Tudingan Pembiaran Truk Melanggar Aturan

    0

          Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah AKP Boni Ariefianto menepis tudingan bahwa kepolisian melakukan pembiaran truk melanggar aturan beroperasi.
    “Sejak rapat dengan Forum Lalu Lintas beberapa waktu lalu, sampai pagi tadi, kami terus melakukan tindakan. Parkir kendaraan kami sampai penuh parkir kantor kami. Saya saja risih melihatnya,” kata Boni di Sampit saat rapat dengan pendapat di DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Senin.
    Boni menegaskan, pihaknya sudah melakukan penegakan hukum terhadap truk-truk yang melanggar aturan. Pihaknya juga menahan truk-truk tersebut agar memberi efek jera bagi pemiliknya sehingga tidak lagi melanggar aturan.
    Aktivitas truk bermuatan berat menjadi sorotan karena sering mengangkut muatan hingga belasan ton, padahal kemampuan jalan di Kotim hanya delapan ton muatan sumbu terberat. Selain itu, banyak truk yang ngotot melanggar aturan melintas ke jalan-jalan di dalam Kota Sampit dengan alasan jalur lingkar selatan yang seharusnya mereka lewati kini kondisinya rusak parah.
    Boni menilai, masalah ini juga membutuhkan ketegasan pemerintah daerah. Dia menyarankan agar truk-truk yang ngotot melanggar aturan, perizinannya harus dihentikan sehingga mereka tidak berani lagi melakukan kesalahan itu.
    Ketegasan itu pernah dilakukannya saat bertugas di Kabupaten Kapuas. Dia didukung pemerintah daerah setempat melarang truk-truk pengangkut material yang melebihi batas kemampuan jalan, meski saat itu sedang dilakukan pembangunan mal di daerah itu. Saat itu pengusaha bersedia dialihkan jam operasional truk menjadi malam hari dan mereka berkomitmen memperbaiki kerusakan jalan yang terjadi.
    “Kalau kita mau tegas, harus sama-sama. Kita sama-sama ingin Kotim ini maju dengan lebih cepat dan infrastruktur berkembang seimbang. Kami merazia meski tidak ada jembatan timbang, karena secara kasat mata saja sudah kelihatan kalau truk mengangkut muatan melebihi batas maksimal. Sekarang truk CPO (crude palm oil) mulai sepi, kini malah truk latrik, semen dan lainnya yang ramai. Kami siap mendukung penuh kebijakan pemerintah daerah menertibkan ini,” tegas Boni.
    Sekretaris DPC Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Darat, Ahmad mengatakan akan kembali mengingatkan anggotanya terkait aturan pemerintah. Namun pihaknya tetap berharap ada solusi terbaik dengan melihat kondisi kebutuhan di lapangan.
    “Permasalahan kelebihan muatan itu terjadi di semua daerah di Indonesia. Masalah ini diserahkan kepada daerah masing-masing untuk menyelesaikannya. Makanya kami berharap ada solusi terbaik dengan mempertimbangkan kebutuhan angkutan di lapangan,” harapnya.(anjas)

  • iklan 3

  • Facebook JurnalSumatra





  • Comments are closed.

    Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com